Katarsis #2

Hallo…

ini gue yang baru tiba di kostan pukul 23.26 wib. bisa dibayangkan wajah mommy jika tau anaknya pulang menjelang tengah malam begini ck ck ck. Ga apa-apa deh sekali kali. Asal dapat ilmu 🙂

Ilmu itu ada dimana-mana. Kita pun bisa berguru kepada siapa saja. Kapan saja semau kita.

Ilmu itu Subjektif. Bergantung pada individu masing-masing bagaimana cara ia menghargai ilmu. Jangan takut berkorban banyak demi mendapatkan bahkan ‘sebutir’ ilmu. Pelajarilah berbagai hal yang ingin diketahui. Tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat bahkan sia-sia. Pasti ada saatnya ilmu itu dapat menolong kita.

Ketika kita telah berhasil mendapatkan ilmu dan menelurkan sebuah ide atau karya, maka hargailah karya tersebut. Hargailah otak yang telah berusaha untuk produktif. Menghasilkan mahakarya meskipun hanya orang-orang tertentu yang dapat mengerti maknanya.

Sekedar katarsis nih…

Gue sudah berkomitmen pada diri gue untuk mengerjakan tugas kuliah secara optimal dan tepat waktu. Gue kerjain tuh tugas kuliah dengan segala kemampuan yang gue punya. entah itu benar atau salah. Gue udah usaha sebisa mungkin. Gue cermati langkah-langkah penulisannya…gue ikutin keterangan-keterangannya…Gue yakin dan bangga ketika berhasil menyelesaikan bagian akhir dari tugas tersebut. Punggung pegel serta mata panas akibat ‘mlototin’ laptop terbayar lunas. huuffhh beres sudah salah satu tanggungan matakuliah gue. 

Gue pun beralih. Tugas yang sudah gue selesaikan gue save dan gue simpan hati-hati. Gue pun belajar materi lain untuk kuiss keesokan harinya.

Gue bangun pagi-pagi. Dan dengan semangat optimistik membawa tugas gue…hasil kerja gue semalem. Namun, ketika sampai di kelas, seorang teman tiba-tiba menghampiri dan bertanya ‘Jens, udah ngerjain tugas blom ?’

‘Udah dong !’ sebuah jawaban yg membanggakan atas pertanyaan tersebut

‘Oke, coba sini gue liat’

kemudian gue serahkan tugas gue…agar dia semakin yakin dan percaya.

‘hmmm…gue pinjem tugas lo ini boleh ga Jens…Gue blom kelar ngerjainnya…pliss yaa…gue nyontek ininya ajaa…depan-depannya doang…and bla bla bla’ begitu panjang dalihnya hingga gue pusing bin eneg ngederinnya.

Perasaan mulai campur aduk.

Kesal. Kecewa. Sedih. Gak Suka. Bete. dan seterusnya… Ingin rasanya gue tolak mentah-mentah.

Apadaya dia adalah salah satu kawan dekat gue. 

Alibinya sungguh terdengar menyebalkan. Tidakkah dia tau perjuangan gue untuk mengerjakan tugas tersebut ? Apakah yang ada dipikirannya saat itu ? daan…apatadi katanya ? Dia minta izin mengkopi atau mencontek sebagian dari paragraf tugas gue.

Itu ide Gue. Itu karya Gue. dan Gue merangkai semuanya…kata per kata bukannya tanpa effort 😦

Dan akhirnya, gue cuma bisa terdiam. Dia tidak dapat membaca ekspresi ‘diagree’ gue. Aura kekecewaan gue. 

Dia pergi melenggang dengan santainya. Sambil membawa pergi tugas gue.

Karya gue.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s