Mari kito basanjo!

 

Sebuah puisi indah dari Crystal-Lynn tentang keluarga 😉

A family
is made of love and tears
laughter and years
It grows stronger
with the passing of time
More precious
with the making of memories
sometimes a family is made of ones
you don’t like for a while and fight with a lot
But you love them for a life time
Not in numbers but in its capacity to love
It’s the place you find
someone to encourage you
believe in you
Celebrate with you and comfort you
A family is where your heart
feels most at home because you’re
Always wanted always welcomed
Always needed
Always Loved
And always precious to everyone
So always love your family

Author: Crystal-Lynn Barringer

Ada uncu Dora, Oma Dar, dan adek Junot :D

Ada uncu Dora, Oma Dar, dan adek Junot 😀

Lucky to have a great Family !

Lucky to have a great Family !

Keluargaku adalah sahabatku 😀

Pertemuan keluarga di hari raya Idul Fitrih kemarin masih menyisakan kenangan yang segar.

Keluarga dari pihak Mom yang jarang ku jamah. Karna koneksiku lebih erat kepada keluarga di pihak ayah.

Tapi mereka masih saja mengenalku. Mengetahui kabarku. Memelukku erat. Karna itulah mereka keluargaku.

Mereka sanjo ke rumah, secara mommy ku adalah anak pertama, maka sudah selayaknya adik adiknya yang mampir ke rumah. Sanjo sendiri berasal dari bahasa melayu palembang yang berarti bersilaturrahmi ke rumah sanak saudara. Biasanya di lakukan menjelang atau disaat hari hari besar, seperti hari raya idul fitrih.

Keluargaku termasuk unik. Karna baik dari pihak ayah maupun ibu sama sama masih memiliki tradisi budaya yang kuat. Mom berasal dari Sumatra Selatan, Baturaja – Palembang. Sementara ayahku berasal dari salah satu pulau tercantik di Indonesia, Madura. Tepatnya di Prenduan, Sumenep.

Bisa dibayangkan.. kedua budaya yang bersebrangan ini bisa menyatu sepadan! Aku pikir, mengapa kebanyakan orang berpendapat bahwa sebaiknya tidak menyebrang pulau untuk mencari jodoh ? Jika akhirnya bisa menghasilkan keunikan tersendiri ?

Saya pikir lagi… apalah arti budaya yang sebenarnya ? Budaya adalah suatu corak yang khas yang melekat dari dalam diri individu. Yang mengatur segala aspek hubungan intrapersonal maupun interpersonal manusia. Budaya itu bersifat instingtif. Tanpa bisa dicegah akan mempengaruhi perilaku seseorang. Nah, pandangan mengenai baik dan buruknya itu masalah perspektif. Seseorang bisa saja berpikir bahwa berbicara dengan nada tinggi itu tidak sopan. Tapi adapula yang berpikir bahwa hal itu sah sah saja untuk memperjelas pernyataan yang memang diperlukan.

Intinya, tidak ada yang bisa melunturkan budaya. Budaya itu akan selalu melekat, jikapun memudar hal itu bisa saja terjadi. Tetapi tidak akan pernah benar benar kehilangan warna aslinya. Ketika ada yang melarang jalinan hubungan pernikahan hanya karna suku ataupun budaya, saya hanya bisa meringis. Entah apa yang ada dibenak mereka. Apalah lagi yang perlu dikhawatirkan ? Jika budaya sudah mengalir di dalam darah, mengapa perlu lagi takut untuk ‘dibawa kabur’ ?

Terlalu riskan jika hubungan semurni cinta dan pernikahan diselipkan ‘misi’ tertentu untuk saling mengikat atau mempengaruhi budaya satu sama lain. Ironisnya, hal hal semacam ini sudah cukup banyak menelan korban. Mengapa pula mereka yang menikah atau berhubungan dengan para bule itu yang justru mendapatkan simpatikan ? Apakah karna orang luar negri sana cendrung calm dan toleran terhadap adat budaya kita yang unik ? Yah. Mereka selalu mengagumi kita. Tapi adakah kita juga memberikan cukup rasa simpati terhadap sesama pemilik adat budaya yang unik dan berkeinginan untuk saling mengenal ?

Bebedaan tertentu tidak akan memberikan perubahan terhadap adat budaya apapun yang kita pegang. Selama kita kokoh menuturkannya dalam hal hal positif. Saling mengenal tidak akan menyebabkan perpecahan. Justru akan menghasilakan satu cipta keragaman tersendiri. Satu keunikan tersendiri. Keluarga 🙂

Keluarga Darnilawatie

Keluarga Darnilawatie

 

Advertisements

Lebaran, kok malah sakit ?

Selamat berlebaran… selamat berbahagia.

yang tak kalah penting : Selamat Makan makan enak!!

Kapan lagi bisa membabat habis ketupat opor, rendang, gule beserta sanak saudaranya yang lekat dengan lemak. Selamat datang kolestrol!! Belum lagi cookies – cookies nan cantik yang menghiasi meja meja setiap rumah. Sirup dingin yang cantik warnanya tak kalah menambah semarak hari besar ini. Tak jarang semua kenikmatan ini akhirnya berhujung pada drop-nya kesehatan pasca lebaran  ckckck why oh why… Kita semua pasti telah menyadari bahwa sebagian besar penyakit bersumber dari makanan dan minuman yang berlebihan, tidak seimbang dan kadang diikuti kurangnya kebersihan dari makanan dan minuman yang disantap. 

hidangan-lebaran.blogspot.com

Ngga cuma masalah kebersihan. Kandungan yang ada pada sajian lebaran juga turut memberikan sumbangan terhadap benyaknnya masalah kesehatan selama lebaran. Nah, penyakit apa saja yang sering timbul dan penyakit apa saja yang menjadi lebih berat pasca lebaran? Dan bagaimana pola penyakitnya serta bagaimana cara menyikapi  apabila terkena penyakit tersebut ? Mungkin bisa disimak penuturan dari Dr. Anna Uyainah ZN, SpPD, K-P, MARS dibawah ini :

  1. Penyakit  ISPA (Infeksi Saluran Napas Akut) biasanya mempunyai gejala batuk, pilek dan demam, nyeri/gatal/rasa kering tenggorokan, kadang suara menjadi parau. Penyakit ini disebabkan karena iritasi  saluran napas atas yang biasanya disebabkan makanan/ minuman yang mengiritasi saluran napas atas atau diawali dari pilek yang menyebabkan saluran napas mudah teriritasi. Bagi penderita penyakit ini perlu berhati-hati terhadap makanan yang terlalu berlemak karena dapat mengiritasi tenggorokan dan akan mengeluarkan lendir yang merangsang batuk. Minuman bersoda,minuman dingin, dan minuman yang berpengawet juga harus dihindari.
  2. Penyakit diare, biasanya timbul karena masuknya makanan dan minuman yang kurang berimbang dan dalam jumlah berlebihan, padahal selama berpuasa 1 bulan perut sudah terbiasa kosong, sehingga organ pencernaan kurang siap. Apalagi makanan dan minuman yang sudah tercemar bakteri, akan menyebabkan terinfeksinya saluran cerna yang akan menyebabkan diare yang berat. Untuk itu sebaiknya mengatur pola makan, jumlah makanan, serta hindari makanan yang kemungkinan tercemar bakteri. Pasca lebaran sering terlihat tumpukan sampah karena pekerja-pekerja yang membersihkan ikut berlebaran, sehingga sampah-sampah terabaikan dan menjadi tempat berkembangnya lalat, nyamuk, dan tikus yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia.
  3. Penyakit demam typhoid ( penyakit tifus), timbul karena makanan yang dikonsumsi tercemar kuman typhoid yang ditularkan melalui lalat kedalam makanan. Cara penularannya sama dengan diare. Lalat menghinggap pada tumpukan sampah yang mengandung kuman typhoid kemudian hinggap pada makanan lalu makanan tersebut kita makan. Memang tidak tampak dengan kasat mata, kelihatannya makanan tetap bersih apalagi kalau lalatnya tidak kita lihat, kita tidak berpikir bahwa dalam makanan tersebut telah ada kuman typhoid. Untuk itu hindari makanan yang kemungkinan besar dihinggapi lalat, misalnya makanan yang tidak tertutup atau bila jajanan dekat tumpukan sampah.
  4. Penyakit maag biasanya dicetuskan oleh makanan yang merangsang terbentuknya produksi asam lambung yang berlebihan. Penderita maag ini perlu waspada terhadap makanan yang meningkatkan  produksi asam lambung, diantaranya rasa pedas, asam, minuman bersoda, minuman berpengawet, dan lain-lain. Juga hindari makanan dalam jumlah berlebihan sekali gus. Makanlah dalam jumlah sedikit dan sering, sehingga pencernaan kita akan lebih beradaptasi dibandingkan makan sekaligus dalam jumlah besar.
  5. Penyakit hiperkolesterol, yaitu tingginya kadar kolesterol dalam darah. Penderita ini harus berhati-hati mengatur pola makan, karena pada saat lebaran makanan yang disediakan biasanya tinggi kolesterol. Bila mengonsumsi makanan yang tinggi kolesterol, maka kolesterol dalam darah akan semakin meningkat dan akan menimbulkan berbagai penyakit diantaranya stroke, gangguan jantung, hipertensi, dan lain-lain. Untuk mencegah meningkatnya kolesterol selain mengatur pola makan, juga diperlukan olah raga yang teratur, seperti jalan kaki, senam, dan lain-lain.
  6. Penyakit  peningkatan asam urat, biasanya disebabkan karena mengonsumsi makanan yang tinggi asam uratnya. Untuk itu hindari makanan tinggi kandungan asam urat diantaranya yang terbuat dari jeroan (usus, limpa, paru, hati, jantung), otak, kerang, udang, cumi, kacang-kacangan, emping, dan daun singkong. Selain itu penderita asam urat sebaiknya banyak minum air putih untuk membantu mengeluarkan asam urat melalui urin.
  7. Penyakit hipertensi sering meningkat saat lebaran karena pola makan. Untuk penderita hipertensi harus menghindari asin, garam jangan berlebihan atau pakai garam pengganti. Hindari juga kolesterol dan makanan yang diawetkan. Sebaiknya tidak mengonsumsi daging kambing. Rokok dan kopi juga harus dihindari. Penyakit stroke akibat hipertensi sering ditemukan pasca lebaran. Biasanya timbul karena penderita hipertensi tidak mengatur pola makannya.
  8. Penyakit stroke, yaitu kelumpuhan badan yang bisa ringan ataupun berat. Penyakit stroke juga berhubungan dengan makanan. Untuk itu perlu menghindari makanan yang terlalu asin bagi penderita hipertensi agar tekanan darah tidak semakin meningkat dan tidak jatuh dalam stroke. Juga hindari makanan yang banyak mengandung kolesterol yang juga dapat menyebabkan stroke.
  9. Penyakit  diabetes sering menjadi lebih berat atau gula darahnya meningkat saat lebaran disebabkan karena tidak mengatur pola makan. Untuk itu disarankan mengurangi makanan dan minuman terutama  yang manis agar kadar gula terkontrol. Sebaiknya pilih pemanis pengganti. Jumlah kalori pun harus dibatasi. Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, karena karbohidrat jenis ini diserap secara perlahan oleh tubuh, sehingga kadar gula darah dalam tubuh naik secara perlahan. Karbohidrat jenis ini mengandung banyak serat dan vitamin. Jenis  karbohidrat kompleks diantaranya nasi, roti, kentang, jagung, dan umbi. Namun tetap yang harus diingat adalah asupannya yang sesuai kebutuhan.
  10. Penyakit jantung sering  juga menjadi berat saat lebaran, selain karena pola makan yang kurang baik, juga aktivitas yang berlebihan, misalnya bepergian atau terlalu lelah menerima tamu dirumah dan bekerja ekstra karena tidak adanya pembantu rumah tangga. Aktivitas tersebut dipaksakan di luar kemampuan tubuh dimana pompa jantung tidak mampu lagi bekerja dengan baik, sehingga timbul gagal jantung dan terasa sesak napas yang semakin memberat. Untuk itu bagi penderita jantung dianjurkan batasi aktivitas, jangan terlalu lelah dan banyak istirahat.

Continue reading

Titik balik

Sedikit cerita tentang langit di tanggal 1 Syawal.

Diantara gema takbir yang bersahut ada getir istighfar di dalam dada yang tak henti berucap.

Masih banyak dosa dan ketidaksempurnaan yang patut kumohonkan ampun, namun Ramadhan sudah harus beranjak pergi. Ini mungkin soal waktu. Setidaknya kita masih harus selalu bersyukur. Masih ada telinga yang setia mendengarkan riuh takbir. Mulut yang masih bisa merasakan lezatnya makanan. Tubuh yang kuat. Serta nadi yang tak henti berdenyut.

Mencoba merenungi kembali.. apa yang sudah kulalui hari demi hari di bulan Ramadhan ? Sudahkah melangkah menuju arah yang lebih baik ? Seberapa jauh perubahan yang sudah dihasilkan ? Bisakah dipertahankan hingga nanti pertemuan kembali dengan bulan penuh syafaat ini ?

Ada sedih bergemuruh di dalam dada. Demi masa… sesungguhnya manusia itu amat merugi.

Agak gentar membayangkan… akan kembali kepada saat saat aktifitas akan kembali normal. Waktu yang mulai terasa lambat berjalan. Ketika pikiran akan disibukkan oleh perkara duniawi. Ketika perasaan akan kembali dipertaruhkan. Terombang ambing antara asa dan kenyataan. Sudah siapkah aku ?

Mendidik hati ini untuk selalu sabar… tidak iri… dengki…juga dendam.

Selama sebulan yang lalu sudah kulalui berbagai macam gejolak. Namun ini belum seberapa… dibutuhkan keberanian baru yang penuh energi positive untukku agar bisa tetep berdiri tegak jika kelak menemui hentakan duka yang lebih perih. Maka aku berharap, 1 Syawal ini bisa membantuku merajut keberanian. Bukannya aku ingin tangguh yang tak berperasaan. Tapi aku ingin ketangguhan yang anggun dan berwibawa. Dimana didalamnya terdapat hati yang ikhlas tanpa benci.

Semoga kesalahan yang lalu dapat berganti pelajaran yang berharga…semoga setiap kenangan mampu mengantarkan do’a dan harapan.

Untukmu yang tengah menemui kebahagian baru pula disana : Aku disini tengah berjuang. Sebisaku. Aku berusaha untuk tidak manja lagi padamu. Meskipun kakiku akan terluka, tenang saja. Aku masih bisa berjalan pelan. Aku masih bisa bercerita pada bulan… atau menangis padanya. Aku tidak akan mencari tempat lain. Cukup kau do’akan aku agar tidak berhenti berjuang. Agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Walau terkadang tubuhku tak cukup kuat untuk menopang rindu. Aku tidak akan menyerah. Temui saja aku beberapa tahun lagi. Jika kita masih dikehendaki untuk sama sama bernafas. Amin. Semoga