Analisis Film SLUMDOG MILLIONAIRE Menggunakan TEORI SOSIAL KOGNITIF BANDURA

slumdog-millionaire-0060

Dalam film Slumdog Millionaire (SM)  besutan sutradara Danny Boyle menceritakan kisah perjalanan hidup kakak beradik Salim dan Jamal dalam meregulasi diri.

Baik Salim, sang kakak, maupun Jamal memiliki kepribadian yang berbeda. Khususnya dalam mencapai tujuan hidup. Mereka bersahabat dengan seorang gadis bernama Latika. Persamaan Latika dengan mereka adalah, ia juga kehilangan orang tuanya saat terjadi kerusuhan ekstrimis agamis Islam-Hindu di India. Namun mereka bertiga akhirnya berpisah sebelum akhirnya bertemu kembali. Intrik kisah perjuangan pencarian Latika oleh Jamal dan Salim menjadi salah satu bahan kajian dalam analisis ini.

P ( Jamal )

  • Cerdas
  • Gigih
  • Sopan
  • Pemberani
  • Positive Thinking

E

  • Salim yang otoriter
  • Salim yang keras kepala
  • Lingkungan yang keras
  • Perilaku kasar
  • Gaya mendidik yang tidak baik

B

  • Tidak mudah putus asa dalam mencari Latika
  • Dapat mengingat detail perjalanan hidupnya
  • Mengambil hikmah dari setiap kejadian
  • Berani mengambil resiko
  • Berani menerima tantangan mengikuti kuis WtbM

061410_f1

Jamal adalah adik Salim. Ia sangat menghormati Salim layaknya seorang adik yang menghormati sang kakak. Sejak kecil sikap Salim yang kadang semena – mena terhadap Jamal, namun Jamal masih belum memahami apa yang sesungguhnya harus ia lakukan. Perilaku Salim memang tidak pernah kasar pada Jamal namun ia sering mengancam. Tanpa disadari sesungguhnya Jamal telah me-modelling perilaku Salim. Yaitu tidak mudah menyerah atau regulasi diri yang baik. Terutama dalam usaha untuk beertahan hidup

Proses moral agency juga terdapat dalam film ini. Demi bertahan hidup, kaka beradik Salim dan Jamal melakukan berbagai usaha. Misalnya dengan mencuri, kemudian menjual kembali barang curiannya. Mereka menjual sandal sepatu turis di Taj Mahal kemudian menjualnya di pasar dengan menyebutkan bahwa benda2 tersebut berasal import dari luar negri. Justifikasi.

Menjelang dewasa Jamal mulai memahami apa yang menjadi keinginan yang sebenarnya. Ia menginginkan cinta Latika. Jamal berjuang, melakukan regulasi diri reaktif dan proaktif. Pertama tama ia berkerja dengan gigih hingga sempat terpisah dari sang kakak. Kemudian terdapat Fortoitous Event dimana ia bertemu dangan banyak orang pintar dan berwawasan luas  yang memberinya peluang untuk melacak jejak Salim. Jamal beruntung ia bekerja di salah satu Layanan Telpon Selular XL. Reaktif. Akhirnya ia bisa menemukan Salim. Kemudian ia melakukan proaktif dengan mencari Latika.

Jamal tinggal dan dibesarkan di lingkungan kumuh India ( E ) oleh karna itu, gaya hidup dan cara bergaul yang sedikit ‘kasar’ lambat laun mendidik Jamal untuk menjadi seorang Pemberani (P) agar bisa bertahan hidup. Sifatnya yang tangguh dan berani membuat Jamal mampu terjun dalam situasi apapun, menjalani hidup dengan berbagai macam pekerjaan yang penuh resiko seperti mencopet,tinggal sebagai penumpang gelap di kereta, dan mampu untuk berani menerima bersaing  ( dalam kuis WtbM ). Sifatnya yang Gigih juga menghantarkan Jamal hingga bisa menemukan Latika.

Demikian beberapa adegan dalam film yang telah saya coba untuk dianalisis, tentang kisah dua orang kakak beradik Jamal dan Salim dalam memcapai tujuan hidupnya masing – masing. Salim bertujuan untuk mencari kekayaan, sementara Jamal bertujuan untuk mencari cintanya, Latika. Namun pada akhirnya, kerna kebaranian serta keyakinan  kuat ( regulasi diri yang baik ) Jamal malah meraup kedua-duanya. Kekayaan dan Cinta.

***

Sekian analisis yang saya buat, komentar dan saran yang mendukung akan sangat membantu

Zenny Qodariyah ( 1602011068 / TB. 11278291 )

 

JAJANAN MALAM POS FATMAWATI – Secuil Jawa Timur di tengah Jakarta

Yang namanya hidup di perantauan pasti pernah merasakan rindu kekhasan kampung halaman. Apapun itu bentuknya : Seperti rindu bercengkrama dengan bebas menggunakan bahasa dusun / daerah bersama orang se-konsulat. Karna mulut juga sudah kebas ‘bergaya bahasa’ kaku dengan sedikit bumbu logat jakartaan. Lo lo.. gue gue ! end.

Khususnya perantauan dari Jawa, pasti pernah pula merasa rindu mengucap : sampeyan, panjenengan, be’en, sengko, dst

Begitu pula dalam hal kuliner… ada kalanya kita merindu masakan daerah. Teruntuk mahasiswa atau siapapun yang tengah merantau di Jekardah dan dilanda rindu kampung dan kuliner-nya, bisa melipir sejenak ke Jl. Fatmawati (depan RSF), Cilandak – Jakarta selatan.

Mungkin keliatan biasa aja, ndak se nge-hits tempat kongkow yang saat ini tengah menjamur : selfi-able karna dekorasi yang di-design unik bin vintage agar cucok untuk dijadikan latar foto sebagai tambahan koleksi Instagram hehehe ( ex : Mix & flower, Urban District, D’etra Barbeque, dsb ) Tempat makan masa kini, tidak hanya menjual makanan tapi juga suasana. Banyak rupa, banyak rasa, banyak pilihan…

Kembali lagi ke nuansa daerah Jatim .. sila di search di foursquare “Jajanan Malam Pos Fatmawati”. Pekarangan kantor pos yang cukup luas ‘disulap’ jadi pasar malam kuliner Jawa Timuran. Tidak hanya itu, pedagang dan customer yang datang juga biasa bercakap dengan bahasa jowo yang fluently hihi membuat diri seakan berada di kampong. Ini yang jadi daya pikat tersendiri di kawasan Jajanan Malam Pos Fatmawati.

Jenis makanan yang dijual disana beragam. Tahu Campur, Nasi goreng, Kupang lontong, Soto Ayam, dll

Baru kemarin sih saya bertandang kesana. Kesan pertama : Sumpah gue kangen nenek !

Waktu menunjuk pukul 09.25 ketika perut saya, Papap, Cipan, dan Ye keroncongan berbarengan. Kebetulan kami tengah berburu wifi di kantor Papap. Yaah, karna wifi rumah entah apa sebabnya tetiba Disable! Minta didemo orang serumah raya -_- Mungkin karna musim hujan. Ehm #positivethinking

Bukan.. bukan karna belom bayaran kok. Sumpah

Hehehhe

Oke, back to the point. Akhirnya kami mampir di ke Kontor Pos Fatmawati yang jaraknya ‘deket ngetz’ dari kantor… sekalian jalan pulang. Kami memutuskan makan soto Surabaya. Aku pesan soto campur alias nasinya campur dengan soto. Mantab! Serasa di bungurasih.

soto ayam surabaya

Soto surabaya versi nasi-pisah (ranjang *eh)

Udara dingin, gerimis, percakapan jowonese, segelas the hangat dengan wangi khas… serta semangkuk soto Ayam Surabaya. Perfecto!

Teh ini mantab rasanya !

Teh ini mantab rasanya !

Begitulah akhirnya kami makan hingga kenyang dengan hati senang.. silahkan saja dicoba. Jajajan lainnya yang katanya enak sih.. pisang goreng keju, serta roti bakar.

Assalamualaikum, nin hao Beijing !!

Kadang tidak perlu wejangan panjang atau caramah berjam-jam untuk mengingatkan kita pada jalan kebenaran. Mungkin bisa lewat cara yang sederhana. Film misalnya…

Luka karena cinta memang susah untuk diobati. Mencoba menghapus segala kenangan yang ada dengan menjauhkan diri dari sumber objek masalah itu sendiri. Sangat sakit hati yang terlukai ketimbang sakit fisik luka karna terjatuh dari sepeda. Atau terlukai oleh pisau. Untuk ikhlas pun butuh effort yang lebih. Intinya tidak ada yang mudah jika sudah menyangkut masalah hati. Segalannya seolah terasa rumit.

Atas nama cinta setiap persoalan tidaklah diselesaikan dengan gampangnya. Asmara (Revalina S Temat) memutuskan membatalkan rencana pernikahan itu kepada calon suaminya Dewa (Ibnu Jamil) yang berselingkuh dengan Anita (Cynthia Ramlan) teman sekerjanya yang membuatnya hamil. Dengan perasaan “sakit” Asma justru menuntut agar Dewa bertanggungjawab atas perbuatannya itu. Asma memilih melupakan Dewa dan menghapus jejaknya yang sudah terjalin cukup lama.

Dewa (Ibnu Jamil) yang membuat pengakuan menyakitkan bagi Asmara (Revalina S Temat) yang membuat Asmara pada akhirnnya memutuskan membatalkan rencana pernikahan mereka yang sudah tinggal menggu hitungan jam!  Dan akhirnya kesempatan itu datang ketika Asma ditugaskan kantornya untuk ditempatkan di Beijing. Di negeri yang baru itu, segala kesulitan cukup terbantu dengan keberadaan sahabatnya Sekar (Laudya Cynthia Bella) dan Ridwan (Deddy Mahendra Desta) suaminya yang sudah terlebih dahulu bermukim di Beijing.

Cerita pun mengalir dan cukup bisa ditebak. Asma secara tidak sengaja bertemu dengan pemuda yang bernama Zhong Wen (Morgan Oey). Pertemuan itu berlanjut karena Zong Wen ternyata adalah seorang pemandu wisata bagi Asma yang disewa kantornya. Pertemuan itu membekas pada keduanya, namun sayang ada perbedaan pada keduanya terutama soal keyakinan. Zhong Wen adalah seorang Atheis, walaupun percaya adanya Tuhan.

Dalam ilmu psikologi, Elisabeth Kubler-Ross (1969) membagi perilaku dan proses berpikir seseorang dalam menghadapi perpisahan menjadi 5 fase, yakni : Penolakan dan isolasi (denial and isolation) Kemarahan (anger) Tawar-menawar (bargaining) Depresi (depression) Penerimaan (acceptance). Dan fase-fase tersebut tidaklah mudah untuk dilalui. Maka diperlukan control diri dam pemahaman yang kuat mengenai hakikat perpisahan tersebut. Salah satu pegangan yang kuat bagi seseorang untuk menghadapi dan memahami perpisahan adalah melalui Aqidah dan Iman yang kuat. Agama. Islam.

Alur cerita boleh saja classic, mudah ditebak. Tapi toh kenyataannya saya menangis juga dari pertengahan film hingga akhir. Sesengukan lagi, hidung meler meler. Memalukan hahaha (emang kapan sih yg namanya Zenny ga nangis nonton film romance… tampilan boleh jutek, tapi hati mellow kitty bgt 😛

Setiap dialog yang yang dilafalkan pada pemeran mengandung arti yang mendalam.

1601576_1009043559110187_696231687652280106_n

1601578_1009043469110196_1584833736211793321_n

Saya memang penggemar karya mbak Asma sejak SD. Berawal dari serial Aisyah Putri yang saya temukan di lemari tante saya hehehe akhirnya keterusan mbaca dan jadi ngefans. Ketika kelas 3 SMP saya mulai jarang membaca dan mengikuti karya mbak Asma. Yaaa karna saya nyantri otomatis pemasok buku yaitu tante juga tidak ada lagi. Tapi saya masih ingat betul ciri khas dari gaya penulisan Asma. Lembut, ceria, santai, tapi juga penuh makna. Makanya saya antusias ketika tau bahwa salah satu novelnya : Assalamualaikum Beijing akan diangkat ke layar lebar. Yippiee wajib nonton nih!

Apalagi didukung oleh pemeran kawakan yang sudah diakui kredibilitasnnya di dunia seni peran. Saya sangat senang Revalina mendapat peran sebagai Asmara. Begitu juga Laudya yang cantik dan lucu sangat mumpuni untuk membawakan karakter Sekar. Kedua wanita cantik idola saya ini nampak anggun dengan kerudung. Subhanallah.. semoga istiqomah yaa mbak Reva & ka Audya berjilbab, tambah ngefans deh hohoho..

Saya juga sangat suka dengan gaya fashion di film ini. Two thums buat tim Wardropenya. Make up by Wardah plus Jilbab by Zoya, perbaduan yang lembut, dan casual. Kebetulan saya penyuka busana musim dingin. Dan di film ini pas sekali menampilkan view dan setting musim dingin. Ingin rasanya pergi ke Beijing !

Sekedar sharing, bukan mudah bagi saya untuk bisa nonton film AB ini. Ya, saya juga menerima beberapa cibiran dari kawan dan saudara. Karna dinilai cupu atau ngga bgt.

“Kenapa harus film indon sih ? ga ada yang lain apa ?”

“Aduh, bosen deh nonton film Indonesia, pasti gue ngantuk”

“Ooo pliss.. kalo film indon mah gausah jauh2 ke bioskop keless, ntar juga tayang di tipi”

Ouch shut up you guys. Terus saja dewakan itu film- film produksi Hollywood, maka impian kemajuan perfilman di Indonesia, di negri sendiri hanya akan jadi angan belaka. Karna tidak ada dukungan, tidak ada penghargaan. Penghargaan disini ialah penghargaan dari penonton lokal, bukan hanya ajang Award semata.

Hmm… Cuma bisa mengelus dada.

Mungkin agak terlambat bagi saya menulis review singkat dari film ini, karna kabarnya film sudah akan berganti tayang di bioskop mulai rabu atau kamis minggu ini. Waaaaah… saya harus beli kaset DVD nya supaya bisa sering nonton di rumah bersama keluarga 😀

Semoga film ini bisa jadi warisan tak memudar bagi anak cucu kita… Semangat mendukung gerak dakwah film dalam negri ! Hwaiting 😉

Asmara & Zhong Wen

Asmara & Zhong Wen

Mas Ridwan, Sekar, dan Asmara

Mas Ridwan, Sekar, dan Asmara

Zhēn piàoliang, Asmara

Zhēn piàoliang, Asmara

10885029_1009043272443549_881235068074060001_n About AB :

Jenis Film : Drama, Religi
Produser : Yoen K, Ody Mulya
Produksi : Maxima Pictures
Sutradara : Guntur Soeharjanto

6 Bad Study Habits by Zennyjens

Study

Study

Have you’all read or hear these lot of platitudes before ?  When it comes to stu-dying :

“Make studying a priority. Review your notes early and often”

“Read all the textbook chapters and do your homework.”

“Practice makes perfect. So practice as much as you can.”

Bahkan, yang lebih ekstrem…

“Belajar.. kasian orang tua yang udah banting tulang cari duit sekolah kamu!”

First off, all the students who have ever been in a classroom just collectively rolled their eyes. Second, most of this stuff we hear, though well intentioned (maybe), is just plain wrong. A lot of bad study habits are spread in the guise of helpful advice.

Sure, udah banyak bgt nasehat serta berentetan kata motivasi supaya kamu belajar ! But see ? Apakah semua efektif ?

Nooo !! survey membuktikan bahwa kata kata motivasi yang biasa kamu tempel di dinding kamar kamu pun ga 100% berhasil… paling yaah 30-40 %. Selebihnya ? Pajangan.

Hayoo ?? ngaku ga ? Continue reading

2014-2015 Cuma Sebuah Keisengan Belaka

 

2015 kick the 2014

2015 kick the 2014

Assalamualaikum my first page of 365 !

I don’t wanna give any bacot this time, but still wanna share… a little 😀 oke

1. In this 2015 i will still love Running Man ! hahhaha Why do we love running man ? Because its so incredible & best Korean variety show ever. It could be an extravagance phenomenon among the Korean Wave journey.

My name is Shin Min Ah, and my Indonesian name is CIPAAAAANN

Haiii nama akuu Cipan! dan aku suka HAHA Oppa bgt

Haiii nama akuu Cipan! dan aku suka HAHA Oppa bgt

 

 

 

 

 

 

 

And I love Haha so damn.

Why ? Continue reading

Last satnight 0n 2014. So ?

Wal ashr i.. demi masa. Rasanya sudah berlalu cukup lama. Waktu sudah terlalu tua dan lamban. Terus menerus berputar. Bagi yang menyadarinya, selalu ada yang berkesan. 

Dan kaum gypsy tengah sibuk menari sembari menatap langit yang berpijar bintang tahun 2015. Atau ada yang menganggap bahwa ini hal yang biasa. Cuma pergantian tahun dan tantangan baru sudah ada di depan mata. Apa lagi ? Isu AFTA ? target pencapaian nilai kuliah ? target kelulusan ? Oh, enyah saja aku dari segala timeline penuh dengan list resolusi 2015! taraaaa~ ini resolusiku.. mana resolusimu ?

Maaf. biar kusimpan sendiri apa yang hendak aku kerjakan. Hal apa saja yang aku impikan, atau apapun itu bentuk cita-citaku. I don’t need anyone… to audit or coaching and build my life.

Kemudian aku ingin berbagi tentang hari ini.. yaa. Sehari penuh bersama hujan yang deras membasahi kota Bogor. Indah niaan… kuhirup dalam dalam wanginnya yang khas. Kulalui hari dengan menyesap wedang asem,

Suara serak,

Batuk,

Flu,

Serta suara Adha & Ical yang melagu silih berganti melalui headseat. Iyaa… aku sedang menggarap verbatim untuk tugas Cross-Culture Psychology. Love you deh kaka Tyasss. I got Dayak ethnic! *puuuuhhh

And they’re not suku Dayak indeed. Actually : Banjar 🙂

Entah mengapa… tapi aku berhasil menarik kesimpulan bahwaa, im not totally wrong! Iya kaaan.. berdasarkan narasumber indigenous, ulayat asli Dayak yang aku temui beberapa waktu lalu di Anjungan Kalimantan, serta berbagai literatur dari internet mengatakan : Dahuluu kalaa… asal muasalnya… semua penghuni pulau Kalimantan adalah Suku Dayak. Kemudia mereka mulai mengenal islam melalui bangsa Melayu dan terjadilah akulturasi. Banjar. Mereka enggan lagi menyebut diri mereka sebagai suku Dayak. hmmm terlepas dari perspektif negatif lain tentang suku Dayak atau ada faktor lainnya. Yang aku tahu sih begituuu

Aku akan selalu cinta Indonesia. Dengan segala keanekaragaman suku bangsanya.

Budaya Indonesia yang beragam. Harta karun terindah. Warisan budaya luhur.

Bagi mereka yang hanya bisa melihat Indonesi melalui nurani yang terbuka…

Oya, tentang hari ini… aku juga membuat minuman enak ! Campuran susu-brownies-choco-dan kopi.

Rasanya enak aja sih menurutku… hehehehe alih alih oat aku malah menggunakan wheat !

Sederhana aja sih, menggunakan konsep recycle, brownies langganan yang biasa kami beli di minimarket terdekat entah kenapa berasa beda. Tidak seenak biasanya. hmmm entah karna lidah kami konslet akibat flu atau memang terjadi penurunan kualitas. Yang jelas. Ini mengecewakan. Tapi kemudian price tag yang masih menempel di bungkus brownies tersebut membuat kami berfikir ulang. Brownies ini tidak mungkin dibuang begitu saja… hahhaha dan voila ! jadilah Milk-brownie ala Rumah Zennyjens.

Dan akan selalu ada hal-hal baik di setiap harinya yang patut untuk disyukuri. Selalu ada. Setiap hari… setiap waktu. Bukannya hanya di malam minggu terakhir tahun 2014.

Maka pandai-pandailah bersyukur.

Hi 19ers, Happy Birthday & Flu was my inspiration to write

if we knew the value
of everything, we would
be closer, just
closer,
that’s all

Untitled

When I get sick, things get very, very unclear in my mind. I spiral downward into the morose thoughts of a depressive, luxuriating in my misery, knowing it is likely temporary. In the throes of corporeal suffering, I often make some streak. Its seems to speak when my sore, raspy throat produces nothing but squawks.

it’s the season for life to get out of balance with all the things you have to do, Sods. Slow down, take a step back, and breathe deeply before you implode. Remember, this season shouldn’t be a time to make you crazy. It should be a time to reflect on family, friends, and be grateful for your life. If you’re not mindful, this time of year can get out of hand. 2015!

eniwei what season that i mean ? Yaaa… intinya that season laah 🙂 ketika semua kan move dan change. ketika semua akan berangsung pergi. 

Instead of thinking about all the planned work, all the places you have to be, and all the unending things you have to do, connect to the beauty and peace of nature because it will never fail you. While you’re at it, think about all the love you have to give, all the kindness you need to spread. i always proud to be your sister.

Stop the mindless stressing and feel the peace and joy down deep inside your soul and let those things be your guiding light restoring your balance where you can breathe with delight.

A breeze that goes on and on that carries the love for those around  you… After all, it’s what the season is all about.

Mungkin ga akan ada lagi rasa penasaran satu sama lain.. kita udah terlalu terbuka.. sudah terlalu lama terbuka.

Ya mungkin, kita juga akan lupa bagaimana rasanya mencium aroma tanah basah bercampur akar akar busuk di hutan.

Tidak pernah terbayang kita sudah menapak sejauh ini, sods.

Udah jauh yaaa ternyata… tinggal nanti kita liat siapa yang duluan sampe puncak 😀 hahaha.

Mungkin tulisan diatas terkesan seperti menghibur diri sendiri. Ga jelas. Sama sekali abstrak. Atau apalah you name it. But here now, di pagi hari tanggal 25 : aku terbangun. bernapas. lalu tiba – tiba aku ingat kalian. 

Intinya, selamat ulang tahun 19 saudara kecilku. Selamat berlari kembali…

Himapala Tribhuwana

Himapala Tribhuwana – 19

19