Analisis Film SLUMDOG MILLIONAIRE Menggunakan TEORI SOSIAL KOGNITIF BANDURA

slumdog-millionaire-0060

Dalam film Slumdog Millionaire (SM)  besutan sutradara Danny Boyle menceritakan kisah perjalanan hidup kakak beradik Salim dan Jamal dalam meregulasi diri.

Baik Salim, sang kakak, maupun Jamal memiliki kepribadian yang berbeda. Khususnya dalam mencapai tujuan hidup. Mereka bersahabat dengan seorang gadis bernama Latika. Persamaan Latika dengan mereka adalah, ia juga kehilangan orang tuanya saat terjadi kerusuhan ekstrimis agamis Islam-Hindu di India. Namun mereka bertiga akhirnya berpisah sebelum akhirnya bertemu kembali. Intrik kisah perjuangan pencarian Latika oleh Jamal dan Salim menjadi salah satu bahan kajian dalam analisis ini.

P ( Jamal )

  • Cerdas
  • Gigih
  • Sopan
  • Pemberani
  • Positive Thinking

E

  • Salim yang otoriter
  • Salim yang keras kepala
  • Lingkungan yang keras
  • Perilaku kasar
  • Gaya mendidik yang tidak baik

B

  • Tidak mudah putus asa dalam mencari Latika
  • Dapat mengingat detail perjalanan hidupnya
  • Mengambil hikmah dari setiap kejadian
  • Berani mengambil resiko
  • Berani menerima tantangan mengikuti kuis WtbM

061410_f1

Jamal adalah adik Salim. Ia sangat menghormati Salim layaknya seorang adik yang menghormati sang kakak. Sejak kecil sikap Salim yang kadang semena – mena terhadap Jamal, namun Jamal masih belum memahami apa yang sesungguhnya harus ia lakukan. Perilaku Salim memang tidak pernah kasar pada Jamal namun ia sering mengancam. Tanpa disadari sesungguhnya Jamal telah me-modelling perilaku Salim. Yaitu tidak mudah menyerah atau regulasi diri yang baik. Terutama dalam usaha untuk beertahan hidup

Proses moral agency juga terdapat dalam film ini. Demi bertahan hidup, kaka beradik Salim dan Jamal melakukan berbagai usaha. Misalnya dengan mencuri, kemudian menjual kembali barang curiannya. Mereka menjual sandal sepatu turis di Taj Mahal kemudian menjualnya di pasar dengan menyebutkan bahwa benda2 tersebut berasal import dari luar negri. Justifikasi.

Menjelang dewasa Jamal mulai memahami apa yang menjadi keinginan yang sebenarnya. Ia menginginkan cinta Latika. Jamal berjuang, melakukan regulasi diri reaktif dan proaktif. Pertama tama ia berkerja dengan gigih hingga sempat terpisah dari sang kakak. Kemudian terdapat Fortoitous Event dimana ia bertemu dangan banyak orang pintar dan berwawasan luas  yang memberinya peluang untuk melacak jejak Salim. Jamal beruntung ia bekerja di salah satu Layanan Telpon Selular XL. Reaktif. Akhirnya ia bisa menemukan Salim. Kemudian ia melakukan proaktif dengan mencari Latika.

Jamal tinggal dan dibesarkan di lingkungan kumuh India ( E ) oleh karna itu, gaya hidup dan cara bergaul yang sedikit ‘kasar’ lambat laun mendidik Jamal untuk menjadi seorang Pemberani (P) agar bisa bertahan hidup. Sifatnya yang tangguh dan berani membuat Jamal mampu terjun dalam situasi apapun, menjalani hidup dengan berbagai macam pekerjaan yang penuh resiko seperti mencopet,tinggal sebagai penumpang gelap di kereta, dan mampu untuk berani menerima bersaing  ( dalam kuis WtbM ). Sifatnya yang Gigih juga menghantarkan Jamal hingga bisa menemukan Latika.

Demikian beberapa adegan dalam film yang telah saya coba untuk dianalisis, tentang kisah dua orang kakak beradik Jamal dan Salim dalam memcapai tujuan hidupnya masing – masing. Salim bertujuan untuk mencari kekayaan, sementara Jamal bertujuan untuk mencari cintanya, Latika. Namun pada akhirnya, kerna kebaranian serta keyakinan  kuat ( regulasi diri yang baik ) Jamal malah meraup kedua-duanya. Kekayaan dan Cinta.

***

Sekian analisis yang saya buat, komentar dan saran yang mendukung akan sangat membantu

Zenny Qodariyah ( 1602011068 / TB. 11278291 )

 

Happy International Mountain Day ! Teruntuk Semua Gunung Yang Pernah Mengajari Saya Arti Kecantikan Yang Sebenarnya

Assalamualaikum cintaku… selamat malam untuk semua gunung yang terbentang disepanjang garis Khatulistiwa 🙂

Me at Mt. Semeru, Indonesia

Gunung Sumbing mempunyai ketinggian setinggi 3.371 mdpl

11th December 2014- International Mountain Day is an opportunity to create awareness about the importance of mountains to life, to highlight the opportunities and constraints in mountain development and to build partnerships, brotherhood, and love that will bring positive change to the world’s mountains and highlands.

This day was designated in 2001 by the United Nations General Assembly to create awareness about the important role that mountainous regions play in the global ecosystem. Mountains are essential to the world’s freshwater supply. They also safeguard many natural resources and protect communities against natural disasters.

Aahhh sekali lagi dunia memperingati “Hari gunung” dan kita masih belum banyak memetik pelajaran apapun dari keberadaan gunung – gunung. Meliputi hampir 27 persen didaratan seluruh dunia, gunung mempunyai peranan penting sehubungan berbagai aspek di kehidupan manusia. Dengan pertumbuhan ekonomi, misalnya. Tapi gunung-gunung juga secara tidak langsung mmeberikan keuntungan kepada jutaan orang2 di beberapa wilayah yang jauh darinya. Secara khusus, pegunungan menyediakan air tawar, energi dan pangan – sumber daya yang akan semakin langka pada dekade mendatang. Namun, Gunung juga memiliki beberapa masalah dan sangat rentan terhadap perubahan iklim, deforestasi, degradasi lahan, dan bencana alam. Masalah yg masih terjadi salah satunya adalah masih banyaknya angka kemiskinan yg tinggi di masyarakat kaki gunung. Lalu apakah kegiatan mendaki gunung sudah membantu banyak perkembangan ekonomi masyarakat sekitar? Atau malah membuat masalah baru? Sadar atau tidak sadar kegiatan mendaki gunung merubah pola hidup masyarakat di kaki gunung, banyak yg meninggalkan lahan perkebunan mereka. Merubah ekosistem di gunung – gunung yang rapuh secara perlahan dengan makin banyaknya kegiatan pendakian gunung yg massive. Dan tunggu dulu, sebelum kita ikut merayakan atau mengkampanyekan “Hari Gunung International” pahami dulu peran kita dan apa manfaat kita terhadapnya. Jangan sampai kita sebatas tau mengucapkan selamat tapi tidak tahu bagaimana peran dan prilaku kita yg berpengaruh thdp perubahan2 di gunung. Jadi tantangannya adalah bagaimana kita bisa mengidetifikasi peluang baru dalam kegiatan mendaki gunung yg dapat membawa manfaat bagi masyarakat Bagimana kita pendaki gunung ikut membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar tanpa berkontrubusi terhadap degradasi ekosistem di pegunungan. Jadi mari kita “peringati” hari gunung International ini untuk menjadi renungan kita bersama akan peran kita di gunung-gunung. Dan “hari gunung” bukan cuma milik para pendaki gunung tapi milik masyarakat sekitarnya juga ekosistem didalamnya 🙂

Bagi saya pribadi, gunung memiliki banyak makna. Gunung adalah guru seni terbaik yang tak akan habis memberikan inspirasi bagi jutaan puisi. Gunung juga merupakan tempat merenung yang indah, tempat berbagai tanda tanya menemukan jawabnya (ceileee) Tapi serius, Gunung selalu memiliki caranya tersendiri dalam membuat kenangan yang unforgetable! trust me.

Next post i’ll share you ’bout my mountaineering activities 😉

Dari segi psikologis, gunung juga memiliki dampak intrinsik bagi individu. Resiliensi misalnya… para mountaineers cederung terkenal sebagai risk-taker yang berani, pecaya diri, mandiri, dan sederhana. Hal ini dikarenakan kegiatan outdoor yang orang orang tersebut jalani termasuk high-risk sport masih minim peminatnya. Mereka  harus siap untuk hidup menyatu dengan alam dan dididik oleh alam. Hal inilah yang membentuk pribadi mereka menjadi individu matang yang sering bergelut dengan tantangan. Bagaimana penjelasan lebih lanjut mengenai resiliensinya ? InsyaAllah akan dikaji lebih mendalam dalam skripsi Zenny Qodariyah (npm : 1602011068) TB.11278191 dengan judul “Gambaran Resiliensi Akademik pada Mahasiswa yang Mengikuti Unit Kegiatan Mountaineering”

Do’akan saja yaa, readers. Baru sampe bab 3 SUP sih, tapi semoga lancar hingga melenggang ke hari H persidangan skripsi. Amin amin ya robbal aalamin 🙂 Karna kalo jadi kan lumayan, bisa menambah jumlah jurnal mountaineering, yang memang jarang dikaji secara ilmiah.

so, Selamat “Hari Gunung” mari sama2 kita menjaga serta membangun kawasan pegunungan serta masyarakat disekitarnya.

Eh jadi digunung bukan cuma masalah buang sampah sembarangan dan metik bunga edelweiss yah 😀

Wassalamualaikum wr. wb

nb : source of ideas by kang @inoerimbu & www.fao.org

Ulang Tahun, Saudaraku, dan Himapala Tribhuwana

guitar

Berulang tahun. Berarti mengulang kembali tahun ketika kita dilahirkan. Seolah kita sedang menonton kembali film, lalu tertawa bersama. Mengajari kita bahwa terkadang, butuh waktu yang cukup lama bagi kita untuk memaknai suatu pelajaran. Bawah masa hanyalah sebuah alat yang bisa digerak – gerakkan… maju atau mundur. Hanya Allah yang Maha Tahu.

Lalu kita bisa memahami bahwa, kenangan itu tidak pernah luntur. Kenangan itu hanya tersisih terlalu dalam. Ada banyak ceritaku… tentang 19 saudara kecilku, dan tentang rumah kecilku yang hangat : Tribhuwana

Mendekati tanggal 10 November, hari dimana Tribhuwana dijadikan…

Yang kuharap… waktu ini tidak berlalu begitu saja.

Jika memang ada yang harus dikenang, maka izinkan semua berlalu dengan indahnya.

Yang aku lakukan hanyalah berjalan menapak langkah demi langkah..

Tanpa tahu kapan akan berhenti pada satu titik.

Entah itu awal. Atau akhir.

Hutannya rindang menuju curug sewer…  Hutan yang ranum.

Bebatuan licin, dan buah buahan pinus yang bertebaran menyatu dengan aroma basah.

Kakiku belum letih untuk menapak.

Terus melaju, namun sesekali menoleh ke belakang.

Senyum dan tawa yang indah merajut malam menjelang tanggal 09.

Malam yang terlalu indah.

Lebih dari sekedar tanya jawab.

Aku bersyukur pada malam.

Yang hening… hingga hanya ada suara kita saja yang bercanda timbul ternggelam.

Api unggun itu, selalu menghangatkan dan menentramkan jiwa sembari bercerita.

Malam yang berlalu dengan anggunnya…

Kemudian pagi yang kembali membekukan kenangan malam.

Aku amat sangat berterima kasih, pada Allah… atas semua kadonya. Aku, Kamu, dan Tribhuwana.

 

 

 

Say cheeeezz !

 

Me with Cynthia

Me, Cynthia, bang Rezky, dan Tumpay

Me, Cynthia, bang Rezky, dan Tumpay

Curug Sewer, Sukabumi. Ketinggian 45 meter

Curug Sewer, Sukabumi. Ketinggian 45 meter

Anak anakan air terjun Sewer, tempat kami bermain

Anak anakan air terjun Sewer, tempat kami bermain

Situgunung yang sunyi

Situgunung yang sunyi

enjoy the green!

enjoy the green!

You know, i’m not the best for telling story, or share any kind of stories… But i have many in my mind. Sure. I am introvertion. So, there the reason why i’d like to snap a moment than try to tell it.

I love green, nature, travelling, and listening to old stories.

See you on the next ‘tea time’ conversation !

Ikutan Dong !!!

First time nyobain ngetik dan upload via Tablet kesayangan hihiw #tepuktangan #kegirangansendiri

Okey hari ini gue mau share ttg acara Infinity Psychology 2013 yg baru aja gue ikutin. Infinity ini acara silaturrahmi antar angkatan. Gue baru pertama juga sih ngikutin. Tahun tahun kemaren gue pass aja akibat penyakit malay akut. Ternyataa acaranya seru !!! Baru nyesel kenapee kaga dari maren maren ngikuut *hiks
Awalnya males aja harus bangun pagi di hari sabtu. Puhliss deh, sabtu itu kan hari tenang~ waktunya males malesan di kasur sambil maraton film kesukaan hahahaha
Tapi kali ini ngga. Gue bertekat untuk keluar dari zona nyaman gue. Ninggalin kasur beserta ilakuma yg selalu bertengger manis disebelah bantal. Oaaaaah magernyaa sodara sodaraaa jgn ditanya.
Akhirnya gue sama Sunia pun ngebolang naik Trans Jakarta demi acara makan makan gretongan ini. Pake acara nyasar segala lagi. Ahhahaaha ga mantep emng kalo jalan ama gue tapi ga nyasar. Nyasar itu seru loh !!! Asal jgn sendirian aja nyasarnyaa hohoho / aku maunyaa nyasar bareng kamuuu cintaaah / skip it / geje
Kami start dari halte RSI kemudian berhenti di Kalideres depan RS Sumber Waras. Kemudian lanjoot naik angkot 01. Nyasar. Sempet jalan jalan jugaa panas panasan dan berakhir dengan kami ngibarin bendera putih ! Nyeraah. Naik bajaj aja deeh / takut acara keburu mulai /
Continue reading

virus ‘ACDSI ‘

Asslamualaikum… nice to see you again.

Here iam!! MocMoc Girl emoticon

Sekedar bagi bagi tips nih..

pernah ga sih kamu merasa cape ? cape hati ? lelah pikiran ? perasaan ? ceileee

its okey. kamu hanya penat kok.

percaya deh.

Jika kamu mulai merasa gejala gejala kayak :

1. males ngapa ngapain

2. murung, badmood

3. cenderung menyalahkan diri sendiri

4. dikit dikit mau nangis muluuu

Nah… hati hatii kamu mulai terserang virus ‘ Aku Cape Dengan Semua Ini ‘

Laaah ? emang ada ? onion-emoticons-set-3-76

Ada doong pemirsaaah… itu aku yang bikin mwehehhehehe

Banyak kok penyebabnya. Bisa karna kamu ngerasa kurang puas dengan hari – harimu… kecewa… expectasi yang melenceng jauh.

ga apa apa kok.

Kata ibu dosen saya sih ” Dalam hidup ini…Kamu akan selalu menerima kegagalan… kamu akan sering bertemu dengannya… kamu ga salah… kamu hanya perlu belajar ”

Iya. bener banget.

Jangan pernah putus asa yaa guys. Hal seburuk apapun yang terjadi sama kamu…

Kamu ga salah. Jangan kehilangan harapan dan mimpi mimpi kamu.

Oya.. sampe lupaa. Aku kaan belom ngasih tips nyaa yaak hik hik maap.

Jadi Tipsnya ituuu adalaaah… jreng jreng !

MANDI.

onion-emoticons-set-3-11

iya, emng terdengar sepele siih. Tapi percaya deh. Ini mujarab.

Mandi dan Pijat merupakan self healing tertua sejak jaman kaisar romawi kuno!

Jadi, jangan sekali kali remehkan efek dari mandi yaaa kawan kawan…

Pokoknya begitu kamu ngerasa ada gejala gejala virus ‘ Aku Cape Dengan Semua Ini ‘ kayak eteb beratzz dan pengen nangis. Langsung aja lari ke kamar mandi… langsung guyur kepala kamu dengan kucuran shower atau segayung air dingin onion-emoticons-set-2-51

Kalo perlu… kamu lanjutkan tangismu yang tertahan dan bikin nyesek itu di bawah kucuran air. Emang agak dramatis siih jadinya. Tapi percaya atau tidak, tangismu akan jadi lebih ringan… Ngga akan sesesak ketika kamu nangis di bantal. Atau bahu manusia sekalipun.

Aku pernah mempraktikkan cara ini. Dan hasilnya bener bener bikin nyaman. hahhahah onion-emoticons-set-2-61

itu lah salah satu alesan kenapa aku selalu betah lama lama saat mandi. Aku bisa banyak berpikir…menenangkan diri… bahkan menangis sejadinya.

Thats why. Nanti kalo aku punya rumah. aku bakal design kamar mandi aku dengan sebaik baiknya… Agar nyaman. dan enak dipake refleksi hehehhe amin amin amin

Sekali lagi sods. Jika kamu ingin menangis. Jangan ragu. Segera cari : KAMAR MANDI! onion-emoticons-set-2-1

Tugas Psikologi Kepribadian : ANALISIS TOKOH WILLY WONKA

images (11)

Nama : Zenny Qodariyah A.

Npm    : 1602011068

ANALISIS TOKOH WILLY WONKA

Willy Wonka adalah sesosok pemilik pabrik coklat yang misterius dalam sebuat film Charlie and Chocolate Factory. Sesungguhnya selain Willy Wonka, ada Charlie, Grandpa Joe, Violet, Mike, Veruna, dan lain sebagainya yang juga menarik untuk dianalisa. Namun, kali ini saya akan memfokuskan pada sang tokoh utama yang menjadi sentral kisah yang diangkat dari novel berjudul sama tahun 1964 karya Roald Dahl, yaitu Willy Wonka.

Peran utama yang dibintangi actor terkenal Jhonny Deep ini menggambarkan tentang sosok Willy Wonka seperti dalam novel. Yaitu pemilik pabrik coklat yang sangat kaya, jenius, namun juga misterius. Willy berhasil menciptakan banyak permen coklat yang unik dan sangat terkenal di seluruh penjuru dunia. Salah satu ciptaannya yang terkenal adalah permen ajaib bernama Everlasting Gobstopper yang bisa tidak bisa habis mencair di mulut, tapi tidak juga bisa hilang rasa manisnya.

Sosok Wiily kian terungkap ketika Charlie berhasil memenangkap hadiah dan berkeliling pabrik coklat ‘ajaib’ milik Willy. Perlahan sejarah hidup perjalanan Willy pun terkuak. Bagaimana perilaku posesif sang ayah merubahnya menjadi Willy tadinya anak pendiam menjadi berbeda.

Ayah Willy adalah seorang dentist terkenal sebuat kota tempat Willy dibesarkan. Karenanya, sebagai anak seorang dentist, Willy memiliki aturan makan yang cukup ketat. Di usia yang masih dini pun, Willy sudah memakai kawat gigi, atau lebih dikenal behel untuk jaman sekarang. Membuatnya merasa minder karna pada tahun 60an, kawat gigi masih sangat minim digunakan, bentuknya pun unik dan sedikit merepotkan jika dipakai. Yakni kawat gigi yang memiliki panel pelana panjang dan besar hingga menutupi sebagian kepala menyerupai helm. Sangat berbeda dengan kawat gigi jaman sekarang yang modelnya lebih efisien dan menarik hingga sempat menjadi trend dikalangan muda-mudi di pertengahan tahun 2010. Dapat dibayangkan, penggunaan kawat gigi pada diri Willy kecil tentu cukup berpengaruh terhadap self image nya. Ditambah lagi ayahnya sangat membatasi Willy mengkonsumsi manisan ataupun coklat. Hal itu tentu merupakan beban batin tersendiri bagi Willy kecil. Disaat anak-anak seusianya dapat dengan bebas mengkonsumsi manisan dan coklat.

Willy juga tidak memiliki seorang ibu yang mungkin bisa membantu mengayominya. Perlakuan dari ayahnya yang berlebihan, cenderung membuat Willy merasa tidak memiliki control atas dunia sosialnya. Willy kecil pun mulai menyusun strategi perlawanan atau Counteracting Strategies yakni revolt (pemberontakan) ketika suatu saat ia berhasil mencoba sebuah permen yang rasanya sungguh nikmat menurut Willy kecil.

Akhirnya Willy pun berkelana untuk mencari resep coklat yang hebat. Ia pun berhasil membangun pabrik coklat raksasa yang sangat terkenal di seluruh dunia, yang katanya, merupakan gudang coklat yang tak akan habis dimakan hingga seumur hidup. Namun, dibalik keberhasilannya Willy tetap menyimpan (represif) terhadap hubungannya dengan sang ayah yang kurang harmonis. Hal ini digambarkan pada beberapa adegan film yang menampilkan perubahan mimik wajah Willy setiap mendengar orang lain berkata ‘Ayah’. Terutama Charlie. Willy memang memiliki segalanya, harta benda, kehidupan mewah, pabrik coklat terkenal, kedudukan, dan sebagainya. Tetapi ada yang Willy tidak miliki, yakni Keluarga. Hal inilah yang membuat Willy semakin tertarik pada sosok Charlie. Kedekatan Charlie dengan keluarganya yang membuat Willy tersadar dan akhirnya mau memperbaiki hubungannya dengan sang ayah.

Begitulah beberapa hal terkait teori Skinner analisis prilaku yang telah saya coba gunakan dalam menganalisis tokoh Willy Wonka dalam film berjudul Charlie and the Chocolate Factory.

Sources :

-Feist, Jess, & Feist, G.J. (2010). Teori Kepribadian (buku 2) (edisi 7). Jakarta: Salemba Humanika

-Film Charlie and the Chocolate Factory karya Tim Burton.

Personal Beware

Alhamdulillah…

Sampai detik ini saya masih diberikan kesadaran oleh Allah. Sehingga dapat terus menelusuri arti dari setiap kata…kompleksivitas…perasaan…personalia pribadi…serta kebermaknaan hidup.

Halooo…sudah lama saya tidak menyuarakan kata-kata yang menumpuk di kepala. Seperti biasa…kesibukan bertambah dan kegiatan yang juga bisa dibilang cukup padat. Namun saya tetap berusaha mencari kenyamanan di tengah-tengah hiruk pikuk dunia yang semakin menjadi-jadi. Masalah disana-sini…

Untuk kasus saya selama sepekan siih, rata-rata ‘hanya’ persoalan tugas yang beruntun. Atau kuiss yang menegangkan dan seperti sulit ditebak. Hadeuuuh… inilah masa-masa ‘nikmat’ sebagai mahasiswa. Maka nikmatilah 🙂 Ingat, suatu saat ‘kenikmatan’ ini akan jadi cerita manis yang tak kunjung usai. Jalanin saja.

Enjoy

Tagline yang cukup ‘terkenal’ dari salah seorang abang terbaik saya di Tribhuwana. Kadang ketika kita sudah terlalu obsesif terhadap hal-hal yang merupakan pembenaran dari diri sendiri, kita sering mengalami ketidak-seimbangan dengan hal-hal eksternal dan cukup kontroversial bagi diri kita sendiri.

Keiinginan. Perasaan tidak mau kalah.

Mungkin ada yang berfikir : Waahh…rugi di gue dong kalo nurutin elo ?!., Ini emang sudah jadi sifat gue, trus lo mau apa ?., Orang-orang selalu menjudge gue seperti ini itu…padahal gue ga seperti itu kok., atau, Salah gue apaa sih ??

Saya sering merasa seperti itu. Ketika saya merasa ada kesenjangan antara diri saya dengan sosial. Mari kita bahas pertanyaan-pertanyaan di atas satu-persatu :

“Waahh…rugi di gue dong kalo nurutin elo ?!” Pemikiran mengenai untung dan rugi selalu jadi momok yang cukup membebankan bagi setiap individu. Karna dari awal kita sudah ter mindset bahwa…untung itu akan membawa kesenangan. sementara kerugian akan selalu membawa kepada hal-hal yang sukar dan tidak menyenangkan. Kenapa kita selalu memikirkan untung dan rugi ? Kenapa kita tidak rubah saja ‘keuntungan’ sebagai ‘rezeki’ dan ‘rugi’ sebagai ‘risk atau kompensasi’ yang memang harus dibayar ? Intinya. Bersyukurlah ketika kita mendapat keuntungan dan Bersabarlah ketika kita tengah mengalami kerugian. Ketika kita mampu merubah kata rugi menjadi kompensasi atau resiko, berarti ada ‘sesuatu’ yang telah kita peroleh baik secara sadar maupun asadar.

“Ini emang sudah jadi sifat gue, personal gue yaa seperti ini, trus lo mau apa ?” Mari kita bertanya kembali…apakah kita sudah merasa cukup baik dengan pribadi kita saat ini ? Apakah orang lain menerima keadaan kita yang seperti ini ? Okey, anggap saja kita sudah merasa nyaman dengan sifat-sifat kita, pribadi kita saat ini. Lalu kita bisa mengambil sikap passive resistance atau cuek saja tanpa mau peduli. Namun sadarilah…bahwa selama perilaku atau kebiasaan atau sifat kita tidak sesuai dengan orang sekitar, itu akan menjadi tidak nyaman bagi mereka. Lingkungan akan merasa punya tanggung jawab untuk memberi tahu diri kita bahwa ada ‘sesuatu yang salah/tidak beres yang ada pada diri kita’. Dan perasaan seperti itu sungguh sangat tidak nyaman. Sehingga bagi sebagian orang, mengkritik secara langsung itu hal yang tepat. Persiapkan saja diri anda untuk menerima ‘pedasnya’ celotehan mereka.

 “Orang-orang selalu menjudge gue seperti ini itu…padahal gue ga seperti itu kok” Jangan coba-coba untuk mengingkari realita. Seringkali kita memunculkan perilaku yang sesungguhnya diluar keinginan kita. Jadi cobalah bercermin, dan introspeksi diri kita sendiri.

“Salah gue apaa sih ??” Ingatlah selalu bahwa setiap orang memiliki konsep yang berbeda atas diri mereka. Apa yang selama ini kita anggap benar, belum tentu dapat dianggap benar pula oleh orang lain. Kamu bisa saja terus menggunakan baju kesayanganmu kemanapun kamu pergi…namun bisa jadi sesungguhnya baju itu tidak match dengan ukuran tubuhmu. Dan kamu terlihat norak mengenakan baju itu. kamu pergi ke kelas setiap hari, otomatis teman-temanmu akan ‘melihat’ kamu. dan kamu akan cukup membuat mereka merasa tidak nyaman dengan pemandanga itu.

Saya sendiri sedang berusaha untuk tetap tenang menghadapi setiap perbedaan. Perbedaan sifat, watak, perilaku, dll. Yang membuat dunia sosial menjadi persoalan yang cukup rumit. Terutama bagi ‘mantan’ orang pendiam seperti saya, tentu ‘ruh’ kesulitan dalam memahami dan bergabung dengan dunia sosial masih ada. besemayam dalam diri saya.

Adalah sebuah perjuangan bagi diri saya pribadi, ketika saya bisa merasa nyaman dengan lingkungan saya, dengan orang-orang disekitar saya, siapapun itu. Tanpa mengusik kenyamanan dalam ‘diri’ saya sendiri. Orang lain dapat menerima saya…dan saya pun dapat menerima. Bahkan menyayangi mereka 🙂

860977_522977231088415_2108199106_o

september 278

MHA_0392

IMG_20121110_024552

Psycool

The people who want to stay in your life will always find a way… So, let them say the correctness of what your eyes can not see