Urban Foodies Dan Trend Artis Berbisnis Kuliner Khas (Yang Tidak Khas)

IMG-20161215-WA0070

Ketika manis gula aren tergeser oleh aneka vla kekinian seperti red velvet, green tea (matcha), taro, dan durian menjadi penanda bahwa jaman telah benar – benar berganti. Geliat trend rasa – rasa ini menempati puncaknya pada tahun 2016 lalu, dengan merajai berbagai variasi rasa penganan di dunia, termasuk di Indonesia. Berbondong bondong para memilik gerai atau foodshop mendisplay menu makanan mereka dengan varian rasa ‘baru’ ini untuk menarik minat pembeli yang tengah digandrungi oleh demam urban taste. Martabak dan kue cubit yang biasa hanya berhias seputar mesis, keju, pisang, atau sukade kini bertambah variasinya. Kue Cubit Gree tea, Kue Cubit Red Velvet, Martabak Grean tee, aneka cupcakes dan donut dengan toping green tea, dll. Generasi millennial seakan sudah memilih corak testenya sendiri khususnya soal kuliner. Mulai dari segi pemilihan bahan makanan, rasa, restaurant, hingga penampakan atau visualnya.

Siapa sih yang tidak menyukai rasa yang khas dari vla matcha ? red velvet ? taro ? apa lagi durian ? masing – masing menawarkan ciri rasa manis yang khas dan alami lebih dari sekedar manis gula pada umumnya. Saya pun suka. Semua suka.

Urban foodies yang kebanyakan adalah para millennial sendiri terdiri dari para ‘testemaker’ mereka gemar mencicipi berbagai macam rasa baru. Adalah hal yang penting pagi para millinial untuk memilih apa yang ingin dimakan, di mana bisa membelinya dan bagaimana kemasannya. Tren ini cenderung mengalami peningkatan dari generasi ke generasi. Dan apa pun yang menjadi minat para milenium ini adalah tuntuan bagi para pemasar yang wajib untuk disediakan.

Termasuk para artis pop up entrepreneur pemilik lapak kuliner. Mungkin sudah banyak yang mengulas tentang maraknya artis yang berbisnis dengan membranding nama daerah pada produknya.

Sebut saja, Malang Strudel, Makassar Baklava, Bossang Makassar, Snowcake Surabaya, Yogya Scrummy, Lamington Pontianak, hingga Bandung Makuta. Bahkan ada yang terbaru yaitu Bogor Raincake.

Awalnya saya nyinyir dengan trend ini. Apa kue – kue yang berisi seputar puff pastry, softcake, dan vla ini layak untuk dijadikan sebagai ikon daerah ? Menurut saya setiap nama kota atau daerah selalu mempunyai daya tarik tersendiri. Suatu aroma nusantara yang khas. Yang di dalam setiap segmennya terdapat banyak baluran sejarah, kebudayaan, serta ciri khas tersendiri. Adalah sebuat kebenaran bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki karakter yang berbeda – beda. Dan menurut saya hal ini layak untuk dipertahankan.

Sedikit terbesit rasa tidak rela ketika nama daerah yang luhur disandingkan dengan nama kue yang aslinya berasal dari negara lain nun jauh di mato. kemudian secara  instan membranding diri sebagai makanan khas bahkan langsung mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Apa kabar getuk ? serabi ? lumpia ? kue bhoi ? kue putu ? palu bassa ? barongko ?

Entah saya yg terlalu skeptis atas fenomena ini, namun saya masih belum bisa menerima mengaburan karakter daerah yang seakan terbawa suasana trend ini.

Faktanya kenyataan bisnis kuliner khas merupakan bisnis yang terbilang seksi nan menjanjikan. Karna apa ? dengan klaim atas kekhasannya dengan hanya di jual di kota itu saja, produk nantinya akan menjadi sasaran empuk bagi yang hendak berkunjung atau yang ingin bepergian keluar kota untuk berburu oleh – oleh. Sudah barang tentu mereka tidak akan membeli satu untuk keluarga saja kan ? Pastinya mereka akan membeli untuk saudaranya pula, tetangga, kenalan, atau mungkin rekan yang secara khusus minta titip beli. Pasti lebih dari satu dalam sekali beli.

Ditunjang lagi dengan mudahnya kaum Urban untuk membuka lapak bisnis sendiri. Menurut Paulina Habben, ketua community & communications Go—PopUp pada CNBC, saat ini para Millenial telah benar – benar telah menguasai berbagai industry baik sebagai pemiliki atau pembelinya.

Trend ini semakin memperjelas pola bisnis masyarakat urban. Berbisnis dengan pemasaran online adalah sesuatau yang paling mempuni. Seorang pengusaha sukses dulunya mungkin perlu untuk bekerja dengan broker, distributor, pengepakan dan grosir untuk bisa memasarkan produk di rak-rak toko yang strategis. Setelah produk berhasil dikembangkan, pengusaha harus memenuhi pelabelan halal atau BPOM dan patuh  terhadap peraturan tersebut selama bisnis mereka berjalan, menemukan fasilitas lokasi pengolahan yang cocok, menentukan harga dan mengembangkan materi promosi, sambil berhadapan dengan produk yang sudah habis masa kadaluarsanya.

Cukup rumit bukan ? Ah ga juga.

Buktinya saat ini banyak sekali entrepreneur dadakan yang tak memiliki latar belakang atau pengalaman bisnis sebelumnya namun mampu membuka lapak sendiri melalui akun sosmed yang mereka miliki. Berbisnis pun sudah bisa dimulai dengan modal 0 rupiah saja. Biasanya pedagang online ini bergerak dengan kosep reseller atau dropship dan pangsa pasar berupa teman – teman atau follower yang mereka miliki di akun. Peluangnya akan lebih bertambah apabila si teman mau membantu dengan sekedar klik like atau share. Makin bertambah teman, makin banyak pula pasarnya.

Social media marketing jelas – jelas merupakan metode bisnis yang paling mudah, efisien, dan pastinya murah. Karna hanya bermodalkan quota dan  ‘senam jari’ saja alias promote. Promosinya di social media biasanya berbentuk posting foto produk dengan visual semenarik mungkin, kemudian menjajakannya dari akun ke akun. Ada pula sistem Shout for Shout dimana produk kita bisa dipromosikan oleh akun lain yang memiliki jumlah pengikut yang lebih banyak. Atau sistem endorsement yang saat ini banyak dijadikan kerja sambilan oleh kebanyakan artis. See ? Betapa mudahnya melakukan perdagangan via social media. Kita tidak perlu sudah payah menggunakan cara konvensional dengan menyebarkan brosur, menempel leaflet, dan mempresentasikan berulang kali pada masing – masing orang yang bertanya.

Hal ini akan menjadi lebih mudah lagi 180 derajat andaikata kamu seorang public figure. Ada beberapa keuntungan jika penjual adalah seorang artis terkenal.

Yang pertama dalah Penggemar yang dalam hal ini dikategorikan sebagai follower. Fans adalah market yang bisa memberikan keuntungan dengan cepat. Apalagi ditunjang dengan adanya fiture tagar atau hashtag di setiap social media masa terkini. Kedua, artis – artis ini tentunya mempunyai kemudahan dalam mengendorse produk mereka sendiri dengan bantuan rekan sesama artisnya. Yang ketiga mungkin adalah modal. Orang – orang urban ini juga merupakan kumpulan manusia yang selalu tertarik dengan visual. Karna modal utama marketing online saat ini adalah ketajaman dan keindahan visual produknya.

Intinya memang terdapat kolerasi antara trend bisnis artis ini dengan selera kaum urban khususnya generasi millennium. Generasi milenium lebih spontan dan gemar berpetualang daripada generasi sebelumnya dalam hal ‘interaksi’ mereka terhadap makanan. Mereka rata – rata menikmati makan dengan orang lain (commensality-style dinning), daripada memasak di rumah atau makan di luar saat happy hour dengan teman-teman, dan dengan postingan mereka di social media yang menunjukkan seakan kurang nyaman jika hanya makan makan saja. Mereka menganggap makan adalah sebuah petualangan dan cenderung mencari sesuatu yang berbeda misalnya jenis masakan baru, rasa rasa yang baru, dan bentuk bentuk yang unik (dikutip dari MillenialMarketing.com)

Lalu apakah trend ini akan bisa berlangsung dalam jangka panjang ? Who knows 😉

Tapi setidaknya saya bisa memprediksi melalui hasil baca – baca saya dari beberapa sumber di internet. Pertama, tidak ada produk sukses yang berhasil dari penjualan yang serba instan. Ingat, hasil yang sempurna tidak pernah diperoleh dengan cara yang mudah tanpa aral dan rintangan. Ada banyak kisah pengusaha sukses yang jatuh bangun dalam merintis dan mempertahankan bisnisnya. Mereka perlu melalui beberapa tahap sebelum akhirnya produk mereka bisa diterima di pasaran. Contohnya saja kisah pasangan Pilar Guzman Zavala and Juan Zavala dengan produk mereka, Half Moon Empanadas mereka berbagi kisah ketika awal mula mereka membesarkan bisnis Empanada, makanan yang berasal dari Argentina . Kisahnya bisa dibaca lengkap disni.

Yang kedua. Kaum urban memang doyan mencoba hal – hal baru yang outstanding, namun mereka bukanlah kumpulan orang bodoh. Majalah Bon Appetit melaporkan dalam beberapa tahun terakhir, grafik sirkulasi para foodies menunjukkan bahwa millenial merasa penting untuk bertanggung jawab secara sosial. 70% dari milenial mengurangi membeli air kemasan, dan menggunakan tumbler sebagai gantinya, karena sadar dampak negatifnya terhadap lingkungan. Hal ini bisa disebabkan karena milenial dibesarkan pad saat sistem promosi kesehatan sudah semakin marak diunjukkan, mereka tidak segan untuk meminta pendapat rekan mengenai cara hidup yang baik. Generasi ini lebih suka pergi berbelanja dengan teman-teman daripada sendiri, dan mereka menggunakan aplikasi gadget untuk memindai barcode dan mengetahui lebih lanjut tentang produk sebelum menambahkannya ke keranjang belanja. Nancy Dalhberg juga menambahkan bawah kaum millenial juga  miliki minat yang tinggi terhadap local green food, terutama organic karna kesadaran akan manfaatnya bagi kesehatan dan efek jangka panjang terhadap tubuh. Jangan harap trend bisnis kuliner ‘khas’ ini akan lancar- lancar saja tanpa pertimbangan yang baik mengenai kandungan gizi dan nutrisinya. Lets say, penggemar gula dan snack berbahan pasta sintetis memang banyak, namun jumlah peminat greeny leafs juga tidak bisa dibilang sedikit.

Ketiga, banyaknya pesaing. Tidak ada yang tahu seberapa lama ke-khasan produk artis – artis ini mampu dipertahankan. Bukan tidak mungkin nantinya setiap daerah di Indonesia akan dijamah oleh para pengusaha kulinar khas – yang tidak khas – ini. Bla bla bla Cirebon… Blablabla Padang…Blablabla Palembang…Blablabla Madano dan lain sebagainya. Dan bisa jadi keterbatasan konsumen dalam memperoleh kuliner yang (katanya) khas ini mencetuskan ide bagi para pelaku bisnis pop up yang lebih kecil untuk menciptakan makanan serupa kuliner khas tersebut. Mengapa tidak ? toh bahannya hanya seputar soft cake, vla, topping, dan puff pastry saja.

Lalu tak lama resep – resep penganan khas tersebut nantinya sudah mampu dicipta oleh tangan tangan magic para ibu “kitchen-mania” yang memang hobi coba coba resep dan posting di beranda facebook mereka dengan judul “Lamington ala – ala… Strudel murah meriah ala Mama Santi… Makuta praktis ala Bunda Cinta dan lain sebagainya”

Yang Keempat. Artis atau public figure bukanlah pemilik panggung yang selamanya akan bertahta dalam kepopuleran. Akan tiba masanya ketika mereka harus turun panggung karna skenario yang mereka mainkan sudah habis. Akan tiba waktunya mereka menua dan tidak lagi sesuai dengan segmen intertain dan segera berganti dengan wajah – wajah baru yang dinilai lebih muda dan cocok. Jika selama ini bisnis mereka memiliki power sepenuhnya dari penggemar atau sorotan media, bisa dibayangkan ketika mencapai masa pensiun dari mana mereka memperoleh pasokan power tadi ? Kecuali jika mereka benar – benar serius dan mau memperbaiki kualitas produknya dari waktu ke waktu.

Jadi, mari kita liat saja seberapa kuat para artis ini menghadapi berbagai macam treat diatas.

IMG_0176

Image from kumpulanceritamenarik.net

Saran saya kepada para konsumen, bijaklah dalam membeli. Anda boleh membawakan makanan ‘oleh – oleh’ ini sebagai bentuk makanan khas sebagaimana visi dana misi si pengusaha. Namun janganlah lupa bahwa produk tersebut bukanlah makanan khas daerah kita yang sebenarnya. Makanan khas tetaplah makanan yang selalu kalian rindukan setiap hendak pergi jauh merantau. Makanan yang bisa mendorong kalian untuk rindu pulang ke kampung. Makanan yang dulu sering dihidangkan oleh nenek nenek kita. Makanan yang minim unsur kimia buatan. Makanan yang rasa lezatnya mengalir melalui resep yang diwariskan turun temurun, bukan contekan dari mesin pencari modern.

Dan alangkah baiknya jika para artis – artis mau membantu mengangkat kuliner traditional dengan kepopulerannya. Tidak hanya sebagai ladang bisnis saja. Pemerintah atau oknum daerah juga baiknya lebih memperhatikan hal ini dengan lebih banyak upaya menggalakkan promosi atau event – event yang bisa membantu melestarikan kuliner daerah. Atau dengan memberikan informasi dan edukasi lebih luas kepada masyarakat Indonesia mengenai kuliner Nusantara dan bagaimana menjaga kelestariaannya. Terutama kepada para ibu, karena merekalah influencer tebaik yang bisa memperkenalkan masakan dan kuliner khas daerah di mulai dari anggota keluarga.

 

 

Sumber baca :

Advertisements

REVIEW : LOVE SPARK IN KOREA. Bonus : CICICUIT ABOUT KORIYA SELATAN

I know that you probably haven’t noticed that I wasn’t around because posts have been going up… less than usual but they were still there nonetheless but the truth is I haven’t blogged in more than a year!!! It’s mati suri exactly – Urgh, the magic of professional life –  so I feel like I don’t know how to blog anymore haha, forgive me while I shake off the rust.

Di post kali ini gue bakal mengulas sedikit tentang sebuah film karya anak negri yang berjudul ‘Love Sparks in Korea’ sekaligus berbagi cerita ttg korea. Post ini juga ditulis dalam rangka Hari Film Nasional 2017.

1460125929471

Seorang teman baik mau melakukan hal norak ini untuk gue di musim semi tahun 2016 lalu Hahahaha trust me guys, ini beneran di korea! Nama gue udah nyampe KOREAAAA!! wow. (and all respons be like : …………………… *biasa aja*)

Bermula dari pertanyaan kenapa sih harus Koreaaa ???

Gue jadi mengingat – ngingat masa – masa gue pertama kenal korea. Kapan tuh… MV Gee-nya Girls Generation adalah portal gue menuju lembah hitam perkpopan. Itu kalo ga salah pas gue kelas 1 MA ( MA banget ? hehehe iyaa emng gue anak Aliyah.. kebayang doong cupu2 jilbaber trus hebring nereakin personel SNSD dgn baju mini seksi pusar dan ketek aduhaiii syalalala) Yaaa intinya dari situ kehidupan fargirling gue dimulai. Setelah SNSD, gue mulai merambah Super Junior, boyband paling cetar saik baisss yang isinya belasan namja ketjeh trus mukanya hampir mirip satu sama lain.. gue pantengin terus tuh Suju dari mv ke mv hingga finally GUE APAL MEEEN! Lengkap sama nama aslinya dan tanggal lahir masing2 member. Setelah itu Shinee… gue suka Shinee gegara Minho doing sih awalnya hahahah bcoz dia nampang di MV Gee tapi ga ngikutin bgt bgt. Cuma sampe Lucifer atau Ring Ding Dong gitu kalo ga salah.. Setelah itu 2PM… BIG BANG..Abis itu MBLAQ.. kemudian Beast

(dan yang terakhir adalah EXO!!)

(And how about your BTS?!)

(Saventeen ? Oke gue ngabek *ujar Seungkwan lalu merengek pergi*)

(And then Block B said : Gausah dengerin playlist kita lagi! *huhuhu gue pun menangis sendirian di pojokan studio*))

Yaampun what should I do ?! kyknya gue perlu bikin post khusus ngebahas ttg boyband2 ini satu persatu.. karna masing-masing mereka punya cerita tersendiri di hidup eug hehehe.. next post maybe ?)

oYA, ga cuma kpop gue juga mulai suka k-drama. Awalnya tuh dari drama Princess Hours huhuhuhu sukaaa bgt drama itu even now gue masih suka replay ulang drama itu. Kemudian BBF drama klasik tapi nagih. Lamaa lama lamaaa gue kenal deh sama Running Man hahhaha nah nah kefanatikan gue sama hal hal yang berbau korea makin menjadi jadii ! Soal dramanyaa niih O myyyy kenapa daaah yaa penulis dan sutradara korea itu pada super duper jeniuss bikin mewek penonton. Yaa ga semua drama korea bagus kok, ada juga yang norak ceritanya picisan kyk sinetron indonesiaan.

Di Kdrama, selalin merhatiin actor atau actressnya, gue suka banget merhatiin tempat – tempatnya… lokasi shootingnya.. cafe-cafenya.. Pfft di koreanya tuh bahkan pinggir sungaipun kyk waaaah bgt… kolong jembatan.. trotoar.. taman kota… semua bisa jadi tempat yang indah.. Karna faktor kebersihan kali yaa dan rapihan.

Lalu apaa yaa hal lain yang bikin gue suka Korea ? Mungkin karna berawal dari kpop, gue kagum gitu sama korean yg physically-nya astaga nagaaa mulus dan nyaris sempurna layaknya Ken dan Barbie maenan kesayangan pas gue masih piyik. Itu waktu gue blom kenal sama isu plastic surgery di korea. Tapii setelah gue tau pun gue ttp biasa aja dan ngefans2 ajaa. Oke ngaku deh.. awalnya sebel sih like ‘ooh jadi selama ini gue ketipu ??” marah dan jengkel lalu beralih ke boyband lain yang katanya ga oplas… eeh ternyata oplas juga walau cuma bagian kecil eyelid atau idungnya tapi yaa tetap aja judulnya oplas!! oke cari bb lain. Begitu seterusnya hingga gue mewajarkan.. yaah wajarlah mereka oplas namanya juga idol. Idol itu produk. Kalo mau produk laris manis tanjung kimpul kiatnya harus apaa ?? Perfecto! Produk itu harus keliatan sempurna dan bagus. Dan oplas merupakan salah satu strategi para management artist untuk ‘mempercantik’ produknya, selain dgn menempa bakat dan skill mereka dengan training selama belasan tahun.

Next, makanannyaa. Nih dia yang paling bikin gue ga sanggup banget. MAKANAN. Iyaa makanan korea tuh visualnya okee bgt. Contohnya aja nih bibimbab yang ditata sedemikian rupaa.. kyk pelangi cerah sekali. Dan gue rasa semua warna ada disitu. Kemuadian street foodnya ttobokki.. Odeng / Eommuk. Lalu ada kimchi jjigae.. bulgogi…ramyeon…jjajangmyeon… slupppr bgt dan bumbunya tuh rata2 merah merah berkuah segerrr gitu keliatannya. Mungkin rasanya ga seeanak tampilannya sih tapi yg namanya korean dish itu selalu berhasil bikin gue berliur terlepas dari perkara halal – haramnya. Dan rata2 mereka selalu set it warm jadi makin nikmaaaat. Saat ini resto dan cafe2 korea sudah banyak menjamur di Indonesia. Dan katanya sih rasanya ga sama ama aslinya karna sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Ya ga masalah sih… aku tetep suka.. itung – itung latihan biar ga kaget semisal gue udah disana ntar hiihihi AYOO COBA MANA AMINNYA YG KENCENG PEMIRSAAAAH

tumblr_nceu4gcHhb1ql3r9do2_1280

korean_stew-kimchi_jjigae-01

꾸미기_IMG_7129

IMG_01991-e1270492247580

Daan herannya korea selalu punya daya tarik tersendiri bagi gue.. Di antara begitu banyak negara2 yang jauh lebih bagus … Prancis, Venice, Istanbul, Africa, Netherland, hingga Antartika gue selalu bisa memutar kepala dengan cepat tiap kali ada yang nyebut kata Korea. Please somebody help me finding the ‘pelet’ of koreaa ahahahha

 

(Kalo Mekkah Madinah mbak ? itu lain lagi ceritanyaa dek!)

 

Oya gue juga suka bgt baju traditional korea.. alias HANBOK. Karna warna warni cerah gituu dan kainnya ga nerawang ga mudah lecek dan ga bikin gerah (lagi ngendorese hijab bukk ???)

And I really loves Korean Lifestyle yg kyknya natural-based gituu ya ga sih. Apa2 yang ada hubungannya sama kesehatan dan herbal things gitu mereka tertarik. Gatau sih yaa tapi aku perhatiin idol idol korea yang hidupnya bener tuh pasti suka minum jamu (?) Iyaaa contohnya nih yaa gue nonton beberapa kali di variety show, Suho (mantan pacar gue) ditawarin minuman kesehatan yang katanya paiitt bgt keliatan dari warnanya pekat. Tapi dgn satu kalimat “ini baik untuk kesehatan’ si Suho langsung negak no complain gituuu.. Makanan juga kaan sangat terjaga dari mechanical process.. Makanan traditionalnya teruma yaaa.. kyk miee aja mereka bikin sendiri handmade, kue berasnya.. sampe sausnya tuh kan yg biasa dimasukin kendi kendi trus dijejerin di halaman rumah mereka. Trus kalo gue suka liat di variety show tuh yaa chef2 korea kalo lagi ngeracik makanan tuh super duper hygiene yaa mulai dari masker, sarung tangan, topi, hingga apronnya semua bersih ck ck ck

Oke, langsung aja ke filmnya yukkkk

Jadii film ini bercerita ttg Rania Timur Samudra. Gadis yang mempunyai cita-cita yang tinggi dan memiliki kepribadian lepas bebas. Sangat memenuhi kriteria sebagai petualang sejati. Sang ayah pun mendukung keinginan raina dan menginginkan rania terus menapakkan kakinya menjelajah dunia dan menemukan banyak hal baru layknya petualang Muslim Ibnu Bathutah.

Screenshot_2016-07-06-05-12-59.png

Mungkin gue perlu baca novelnya dulu sebelum nonton filmnya.. Karna ada beberapa adegan yg ‘berlubang atau terkesan dipaksakan. Like loncat sana loncat sini. Berkali kali gue bergumam ‘eh kok ? kok udah kesini aja ?” yaaa okelah mungkin karna tuntutan durasi tapi seenggaknya bisa kek lebih dirapihin.. Dan sorry to say menurut aku film ini belum bisa melampaui Assalamualaikum Beijing.

Positivenya aku ga baca novelnya duluan… aku jadi lebih bisa menerima mbak BCL memerankan sbg Rania. Awalnya pas denger nama Rania.. gue langsung kebayang sosok yang cheerful, dinamis, penuh semangat, dan sedikit humanis gitu.. Wajahnya kekanakan (hahahah mungkin secara ga langsung gue udh mengatakan mbak bcl aga ketuaan sih yaa sbg Rania.. maap yaa mbak ampuni daku yg hanya rakyat jelata iniii) itu tuh tipe wajah smiley yang walau lagi diem pun kyk keliatan lagi senyum gituuu ngerti ga sih… Dan emng karakter asli rania tuh kyk gituu kurang lebih. Aku jadi mikir mungkin kalo Natasha Rizky atau Angel Chibi atau Chelsea Olivia dijilbabin gitu kan (laaah ngaco)

Hal ketiga yang musti dibold adalah Kenapa sih Morgan lagi Morgan Lagiii… ga ada yg lain apaaaa ??? huhuhuhu Sialnya gue orang yg susah move on dari satu film ke film lain. Apalagi kalo aktornya meranin dengan baik.. ntar kalo dia main film lagi dgn peran yang berbeda gue jadi suka keinget gituu. Kyk sepanjang nonton nih yaaa gue suka kebayang bayang Zhong Wen instead Hyun Geun. Hpmmhh kyknya si morgan ini udah taken kontrak sbgi official asian character di setiap film yaa.. Lama lama masuk islam juga nih Mr. Oey ( dlm hati diaminin kenceng2 plus dialfatihain lol) Trus juga gue bayangin gmn kalo si Morgan ini di-replaced jadi Junior Liem (omo omo locally oppa) atau ga Hyun Geun aslinya aja sekalian.. Orang aslinya lumayan kok trus suka becanda gituuu hahaha yaa kaan kali aja dia mau wong ga ada adegan sholat atau ngajinya kok.. paling banter Cuma pose pake sarung + peci.

*Zennyyyyy sarannya kacao semua isssh.. ga ada yang benerrr dari awal wkwkkwkw maapin yaa namanya juga In My Opinion.. dan ini jurnal harian gue bukan harian kompas jadi gue ketik aja apa yang pop di kepala.. tapi  emang begitu seleranya aslinya si juga aneh2*

Keempat.. pronouncation koreanya kacaoooo bgt saowoooooooh. Kayak gatel gitu deh dengernyaa.. apalagi gue yang kpoper hampir tiap hari denger lagu lagu korea dan drama serta variety show korea adalah makanan gue sehari hari yaaa trus tetiba denger Morgan speaking tuh huhuhuhu loro ati mas.. mas…

Trus juga Mbak BCL kan ada beberapa line ngemeng korean tuh astaga nagaaaaa neomu kaku like kanebo kering 2 bulan ga dipake. Gue pikir yaaa.. kalo orang biasa keluar negri bakalan lebih mudah melafalkan beberapa frasa bahasa asing. Gitu kaaan apalagi ceritanya si mbak Rnia ini writing residence kaan.. pasti bakal lebih banyak membumi berbaur sama warga sekitar harusnya pronouncationnya bisa sedikit lebih fluent… Morgan lagi nihhh sbg mantan boyband harusnya he could do better (laaah apa hubungannya (?)))

Untuk alur cerita udah bagus,,, chesssy ada drama dramanya juga. Khas koreaa bgt gitu kan pas cinta mulai bersemi ehh selalu ada aja lampir yg muncul entah dari manaaa berwujud tunangannya lah, mantannya lah.. atau orang ketiga. Btw si eonni yng meranin yeojachingunya Hyun Geun selain cantik.. Namanya Lee Won Joo kalo ga salah. Bagus juga aktingnya… Ga heran sih yaa mungkin si eonni ini jiwa jiwa kdramanya udah mendarah daging selain the fact that shes a native.

13734325_1088090897937266_1855815461_n

Laki – laki yang dengan vest putih, kemeja biru, dan jeans biru is the real Hyeun Geun.

Oya.. iklannya juga terlalu mejeng kek.. gue ngerti sih apalah film ini jika tanpa sponsor.. tapi bisa kalii dipoles lebih rapih lagi…(si zenny dari tadi ngemeng rapihin rapihin mulu kek bener ajaa.. liat kamar noh… mirip kapal pecah!!)

Skip.

Overall chemistrynya Morgan dan BCL udah oke doki… Suka. Walaupun nyaris ga ada adegan skinship tapi the way Hyeun Geun looking deep into Rania tuh bikin gue cepet meleleh kyk es nong nong).

Jilbab Traveler Love Sparks In Korea

Recommended bgt ditonton yaa kapan lagi coba nonton film korea (I’m not wrong by called this korean film bcoz this movie was mostly took a shoot in korea, right ?) yang romantis tapi islami… Panorama koreanya juga lagi musim salju kan My FAVORITE SEASON jadi makin makin deh romantisnyaaa… Banyak sekali nilai – nilai yang bisa dipetik dari film ini diantaranya tentang :

  1. Cinta Sejati sejati itu benar adanya. Dan bukan ga mungkin kisah hidup kita bisa seindah drama korea, asal kita tetep konsisten dengan ajaran agama kita dan percaya bahwa Allah SWT lah sebaik baiknya pengatur skenario hidup manusia.
  2. Kejujuran mungkin memang selalu terasa pahit. Namun percayalah pasti terasa manis di akhir.
  3. Jangan takut untuk Rihlah. Keluar rumah. Menjelajah. Karna melalui perjalanan kita bisa banyak mendapat himah dari setiap kejadian dan orang – orang yang kita temui selama perjalanan. Asal ga lupa diniatkan karena Allah.

Oyaaa si mbak rania juga cobain pake hanbok daan emng cocok… bener sih apa kata dialognya “Sebenernya hanbok merupakan pakaian yang islami.. ia menjuntai menutupi aurat.. tinggal dipakein jilbab saja sudah terasa nyaman” TOTALLY AGREE.. for your info gue pernah fotoan pake hanbok pas ada acara Korean Day di JCC dan emng lucu deh…

(hmmmm insert ga yaa fotonya… )

 

 

 

 

 

(ahh ngga ah mayuuuu )

 

 

 

 

 

 

 

(bodo amet jeen)

Oke lanjut seperti ini kira2 referensi kalo hanbok dipadankan dengan jilbab.

foto-cantiknya-laudya-cynthia-bella-pakai-hanbok-kUedGR3T8R

577fdd3206e723116_4

Untuk OSTnya ‘Aku Bisa Apa’ mayan sedap… And like mostly song by Teh Melly seperti biassa liriknya agak medioker B aja… tapi karna didukung suaranya BCL plus musicnya Anto sudah pasti jadinya okeh punya. (BTW lagi seneng denger lagunya BCL yang Aku Wanita hihihi tolong bgt didengerin terus ini sampe gedeg)

Kalo diliat dari liriknya sih yaaa ini lagu menceritakan betapa besar hati mas Ilsan.. hiks terharuuu

Dan film ini meskipun judulnya jilbab traveller.. beneran ga ada kesan – kesan mengguruinya sama sekali. Malah kyknya ga keliatan kalo ini film islami seandainya si Rania ga berjilbab dan tokoh panutannya bukan Ibnu Batutah. Tapi emang udah jadi keistimawaan Bunda Asma Nadia menyelipkan nilai – nilai islami disetiap kisahnya

Okay… pardon kalo isinya kebanyakan ngaconya. Gaess I’ve never been to koreaa… semua narasi diatas berdasarkan opini gue ttg Korea selama ini.

Tak lupa gue ucapkan : SELAMAT HARI FILM NASIONAL!! Bangga film dalam negri, banggakan karya anak bangsa!! MAJU TERUS PERFILMAN INDONESIA

That’s it until next time.

Hope you enjoyed, write to you soon 😉

Pagi ini di depan kolam koi yang tenang

Kepribadian, kalo menurut Allport sih : organisasi dinamis dari sistem psikofisik individu, yg menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Ya. Organisasi yg dinamis.. jadi kepribadian itu sesuatu yg terorganisasi dan terpola. Organisasi ini bisa berubah dan berkembang seiring waktu (dinamis).
definisi kepribadian dari Allport ini cukup jelas dan unik menurutku sih. Dia menggabungkan teori psikoanalisa classic, animal-driven, dan ada sentuhan humanistik. Hanya sedikit psikolog yg mendefinisikannya secara komprehensif.

Dibanding pakar teori lainnya Allport tergolong ‘beda’. Ia lebih menekankan pada keunikan individu. Gue sih setuju aja. Mendeskripsikan kepribadian seseorang dalam bentuk sifat umum, sama aja kyk mengkotak kotakkan manusia. seperti merampas keunikan individu mereka.. gitu.
Kepribadian menurut jari tangan, menurut warna favorite, makanan kesukaan, posisis tidur… itu cuma sekedar tools kawan 😉

intinya gue lagi naksir sama si Al (lport) ini hehehe selamat pagi 🙂

JAJANAN MALAM POS FATMAWATI – Secuil Jawa Timur di tengah Jakarta

Yang namanya hidup di perantauan pasti pernah merasakan rindu kekhasan kampung halaman. Apapun itu bentuknya : Seperti rindu bercengkrama dengan bebas menggunakan bahasa dusun / daerah bersama orang se-konsulat. Karna mulut juga sudah kebas ‘bergaya bahasa’ kaku dengan sedikit bumbu logat jakartaan. Lo lo.. gue gue ! end.

Khususnya perantauan dari Jawa, pasti pernah pula merasa rindu mengucap : sampeyan, panjenengan, be’en, sengko, dst

Begitu pula dalam hal kuliner… ada kalanya kita merindu masakan daerah. Teruntuk mahasiswa atau siapapun yang tengah merantau di Jekardah dan dilanda rindu kampung dan kuliner-nya, bisa melipir sejenak ke Jl. Fatmawati (depan RSF), Cilandak – Jakarta selatan.

Mungkin keliatan biasa aja, ndak se nge-hits tempat kongkow yang saat ini tengah menjamur : selfi-able karna dekorasi yang di-design unik bin vintage agar cucok untuk dijadikan latar foto sebagai tambahan koleksi Instagram hehehe ( ex : Mix & flower, Urban District, D’etra Barbeque, dsb ) Tempat makan masa kini, tidak hanya menjual makanan tapi juga suasana. Banyak rupa, banyak rasa, banyak pilihan…

Kembali lagi ke nuansa daerah Jatim .. sila di search di foursquare “Jajanan Malam Pos Fatmawati”. Pekarangan kantor pos yang cukup luas ‘disulap’ jadi pasar malam kuliner Jawa Timuran. Tidak hanya itu, pedagang dan customer yang datang juga biasa bercakap dengan bahasa jowo yang fluently hihi membuat diri seakan berada di kampong. Ini yang jadi daya pikat tersendiri di kawasan Jajanan Malam Pos Fatmawati.

Jenis makanan yang dijual disana beragam. Tahu Campur, Nasi goreng, Kupang lontong, Soto Ayam, dll

Baru kemarin sih saya bertandang kesana. Kesan pertama : Sumpah gue kangen nenek !

Waktu menunjuk pukul 09.25 ketika perut saya, Papap, Cipan, dan Ye keroncongan berbarengan. Kebetulan kami tengah berburu wifi di kantor Papap. Yaah, karna wifi rumah entah apa sebabnya tetiba Disable! Minta didemo orang serumah raya -_- Mungkin karna musim hujan. Ehm #positivethinking

Bukan.. bukan karna belom bayaran kok. Sumpah

Hehehhe

Oke, back to the point. Akhirnya kami mampir di ke Kontor Pos Fatmawati yang jaraknya ‘deket ngetz’ dari kantor… sekalian jalan pulang. Kami memutuskan makan soto Surabaya. Aku pesan soto campur alias nasinya campur dengan soto. Mantab! Serasa di bungurasih.

soto ayam surabaya

Soto surabaya versi nasi-pisah (ranjang *eh)

Udara dingin, gerimis, percakapan jowonese, segelas the hangat dengan wangi khas… serta semangkuk soto Ayam Surabaya. Perfecto!

Teh ini mantab rasanya !

Teh ini mantab rasanya !

Begitulah akhirnya kami makan hingga kenyang dengan hati senang.. silahkan saja dicoba. Jajajan lainnya yang katanya enak sih.. pisang goreng keju, serta roti bakar.

2014-2015 Cuma Sebuah Keisengan Belaka

 

2015 kick the 2014

2015 kick the 2014

Assalamualaikum my first page of 365 !

I don’t wanna give any bacot this time, but still wanna share… a little 😀 oke

1. In this 2015 i will still love Running Man ! hahhaha Why do we love running man ? Because its so incredible & best Korean variety show ever. It could be an extravagance phenomenon among the Korean Wave journey.

My name is Shin Min Ah, and my Indonesian name is CIPAAAAANN

Haiii nama akuu Cipan! dan aku suka HAHA Oppa bgt

Haiii nama akuu Cipan! dan aku suka HAHA Oppa bgt

 

 

 

 

 

 

 

And I love Haha so damn.

Why ? Continue reading

PAIN. Luka yang Sama Memiliki Dampak Berbeda

Hanya sebuah ringkasan catatan perkuliahan…

Content by 4 alphabets,

An unpleasant sensory and emotional experience associated with actual or potential tissue damage or described in terms of such damage.

(The International Association for the Study of Pain)

Eponine

Eponine

Siapa sih di dunia ini yang belum pernah merasakan nyeri ? Nyeri apa saja.

Ketika gigimu sakit ? kemudian hendak dicabut ke dentist

Atau nyeri hati ? *ups.

Nyeri dapat berupa apapun penyebabnya.

Yang jelas nyeri murupakan persaan yang tidak nyaman atau tidak menyenangkan disebabkan oleh suatu hal. Nyeri adalah perasaan yang dipicu di nervous system. Rasanya bisa berbeda-beda tergantung individu yang mempersepsikannya. Bisa terasa sangat tajam, atau tumpul (tidak terlalu terasa sakit).

Nyeri bisa terasa dibagian bagian tubuh tertentu. Untuk sakit gigi yaa di gigi. Untuk nyeri karna tersandung yaa bisa terjadi pada bagian otot, tulang, atau syaraf. Kemudian nyeri hati ? Sakitnya tuh disini~  hehhehe Continue reading