Is that you ?

Assalamualaikum wr. wb

Jangan lelah mengucap salam yaaa temans, karna dari sanalah kita akan tahu. Bahwa tali persaudaraan masih melekat. Bahwa kita masih memiliki sebagian perhatian untuk berbagi rahmat.

Rahmat itu kasih. Didalamnya terkandung rasa sayang.

Kalau aku, aku akan berusaha keras untuk terus mengucap salam. Untuk menyapa, kendati sedang tidak mood, sedang kesal, atau membenci… Karna jika aku berani membalas sapa dengan orang orang yang setidaknya membuatku kesal, aku tidak akan merasa bersalah. Dan ketika kami saling sapa, dia akan tahu bahwa aku baik – baik saja. Aku tidak memiliki masalah apapun dengannya.

Aku selalu mencoba untuk berbenah diri. Entah perubahan itu akan nampak nyata bagimu, atau bahkan tak terlihat. Terkadang akan sakit rasanya jika kamu menjadi objek prasangka.

Prasangka atau prejudice … apalah itu pengertiannya, yang jelas ini adalah sikap buruk yang tidak memiliki banyak manfaat. Tetapi merupakan fitrah manusia. Mengapa ? karna proses judmental akan terus berlangsung dalam hidupmu.

Kita berusaha keras namun apalah daya tetap saja jadi korban prasangka. Tidak apa – apa. Dalam hal ini anggap saja kita sedang mendapatkan serangan balik dari acara permainan ‘melempar bola salju’. Menjengkelkan sih, namun hal itu kau terima karna kau yang melampar duluan. Sederhanakan saja seperti itu. Bohong jika dirimu tak pernah berbalut prasangka. Automatic prejudice!

Sulit dihindari, bukan berarti tidak mungkin untuk bisa menghindari prasangka. Misalnya dengan Recognize prejudice. Langkah paling awal, adalah untuk mengakui bahwa prasangka ini memang ada dan kita harus sadar dan mengerti akan konsekuensinya. Apakah akan jadi buruk alias negative ? Jika berpotensi untuk menjadi buruk, maka langsung saja dihindari. Gelengkan kepalamu dengan cepat sembari berkata ‘ini buruk, aku tak kenal siapa dia sesungguhnya!’ lalu pergilah menjauh agar prasangkamu tidak semakin menguat. 

Mencari pembenaran atas prasangka pribadi memang mengasyikkan! Really. And i’m not lie. 

Gossiping, for example. A very simple axample. Is it interesting, right ? kita bisa spent much of time tanpa terasa berat. Sambil ngemil atau nge-tea juga makin mantab hehehhe. thats kinda a socialitite human hustle :p Dan ketika kita berhasil membuat prasangka kita seolah olah adalah benar dan mendapat dukungan sosial… WUAAAAHH!! i got it ! I GOT IT! akan terasa seolah olah kita telah menggeser Thomas Alva Eddison sebagai penemu lampu pijar! Cool.

Jangan bohong.

Hahahaahaha.

Aku berharap dimanapun kita berada, dengan siapapun kita berkelompok, suatu saat nanti masyarakat Indonesia betul-betul guyup, bukan rukun yang semu atau di bibir saja, tetapi terasa sampai di hati. Prejudice mungkin tidak bisa kita hilangkan 100 persen dari diri kita (ini kelemahan manusiawi kita), tetapi setidaknya kita sudah memberikan sumbangsih dengan tidak ‘menularkan’ sikap ini kepada orang-orang terdekat kita.

Wassalamualaikum wr. wb

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s