Cerita tentang Kereta Matarmaja dan 3 Hari di Kota Permai

Annyeong..

Lets talk about the journey, guys!

Gue percaya setiap perjalanan pasti punya ceritanya masing – masing. Cerita tentang kenangan ataupun pelajaran hidup. Yang ga bakal gampang lo temuin di bangku sekolah tinggi manapun ūüôā thurst me. Kamu akan menemukan potongan potongan dirimu sendiri yang bahkan udah lama lo lupain. Ajaib!

Seajaib kisah perjalanan gue menuju Kota Seribu Kenangan. Malang.

Kereta api merupakan transportasi paling istimewa menurut gue. Yup. Economic class ofcourse. Dimana lagi lo akan menemukan dan menyaksikan berbagai ragam keunikan manusia dalam satu gerbong. Got your seat, babe, you’ll find your incredible conversation until the next drop!¬†Setiap orang punya kisah masing masing, dan di dalam kereta mereka ga akan segan nyumbangin semua ilmu yang mereka punya. Duduk saling berhadapan, mengajarkanmu tentang filosofi kehidupan. Ga ada yang salah untuk tetap saling menatap, bertemu pandang dengan orang paling menyebalkan dihadapanmu sekalipun. Kalo muak, buang muka aja ke jendela : Hamparan sawah hijau akan segera membuaimu. Rentetan rumah pinggir rel ataupun antrian kenderaan menunggu barrier diangkat.

Sedikit terkejut ketika mendapati gerbong no.07 dipenuhi oleh para Akmilitan AL. Hey, army look sejauh mata mendang! Bikin gue merasa sedikit geer merasa jadi cewe paling kece. Mean girl diantara cowo cowo berbadan ‘jadi’. Menjadi abdi negara yang baik dan mengayomi masyarakat, yeah, mereka benar benar membuktikanya. Cukup memasang raut wajah bingung, maka mereka akan segera mengantarkanmu ke gerbong tujuan hingga duduk nyaman sesuai nomer seat yang tertera di tiket. Persist. Termasuk jadi porter gratis. Jangan ragu untuk sekedar memberikan sinyal “ups, kopernya terlalu berat!” mereka akan segera menentengnya bak ransel sekolahan dan menatanya rapi di rak barang.

Bisa ditebak. Ga lama setelah gue kenyang ngabisin bekal nasi lauk telor pedes plus mie goreng made in  mom, gue udah dapet temen baru! Guess who ? Tentu saja salah seorang akmilitan yang mengaku ga kebagian kursi akibat pesta amin kartu rekan rekannya di sepanjang gerbong. Gue selalu senang berteman dengan siapa saja.

‘See you jekardah!’

Kereta api Matarmaja mulai bergerak meninggalkan stasiun senen. Menjauhi pemandangan kumuh dipinggiran rel.

Here we go. Mom tak henti menghibur gue dan Abang dengan lagu anak anak berjudul ‘Kereta Api’ dan sesekali melontarkan candaannya yang khas. Ya, mommyku emng mantan guru TK, selalu khawatir anaknya ga kerasan atau merasa bosan. Naluri menghiburnya begitu kuat.

Sementara di blok bangku sebelah, dua orang bapak bapak terlihat berbincang seru. Mengenai oportunity yang bisa dimiliki jika lo punya investasi di kota Malang. Ga perlu muluk, cukup sebidang lahan di perbukitan, atau sebuah rumah di Malang can save your whole life. Mereka juga membicarakan tentang hebatnya keindahan alam kota Malang. Kali ini gue setuju. Malang memang Kota Impian bagi para penikmat alam, pencinta alam, dan sahabat alam. Lokasi georafisnya yang dikelilingan pegunungan dan menyimpan sejuta pesona budaya yang begitu ekspesif dimana mana. Perkebunan dan hutan basah. Waterfall alias cobannya yang menyimpan eksotisme misterius, selalu menunggu untuk di telaah. Penduduknya yang ramah bersahabat. Ga sabaran untuk segera sampai di stasiun Kota Malang.

Kedua bapak ini mulai membahas tentang dunia politik, dan gue pun berpaling.

Suara berisik yang renyah penuh keakraban dari para akmilitan membuat perjalan begitu seru. Mereka terlihat begitu menyenangkan bermain kartu sambil taruuhan mengalungkan sepatu bagi yang kalah. Riuh rendah yang menyegarkan.

Hari beranjak petang. Si mas akmilitan yang sudah lama ‘numpang’¬†duduk di circle kami (aku-abang-dan Mom) masih betah ngobrol denganku sepertinya. Hahaha gue emang temen ngobrol yang asik, kan. Kami mengobrol tentang banyak hal. Saling bertukar informasi. Tentang suka duka jadi akmilitan, atau tentang gue yang selalu membanggakan status sebagai anak mapala huahahahha. Baguslah untuk menghilangkan kesenjangan juga kan, kita sama sama pernah diksar di hutan broh :p Ya. sama sama anak hutan.¬†Meskipun tentu aja skala ke-estrem-an diksarnya pasti beda jauh. Obrolan kami terasa sangat menyegarkan, memancing ide nyeleneh gue yang tiba-tiba jadi pengen masuk wamil setelah nanti lulus kuliah hahha #kaaaan ngacoo kaaaan. Lumayan loh, ketimpang pusing nyari kerjaan, mending berbakti jadi abdi negara hihiw *alibi*

Hingga akhirnya si Mas mulai minta tukeran pin bb. Pembicaraannya pun mulai nyerempet lebih detail. Kayak : gue suka weekend dimana ? hobinya apa ? alamat kostan dimana ? kuliah gue gimana? siapa temen deket gue ? dan si mas ini berkali kali mancing gue untuk buka status. “Kalo jalan jalan suka bareng cowonya ?” “Cowonya kuliah juga?” “Cowonya marah ga kalo kamu ngobrol bareng aku?” Laaaaaah… ¬†Ehm,¬†seems like you’re gonna cross the line¬†yoo mas hahahah. Okey, whatever you think mas. Mungkin maksud dia biasa ajaa.. tapi kok gue mulai merasa terganggu yaa hahhaha saking ramahnya si mas akmil ini. Gue sih ikhlas aja mbagi pin bb gue, dengan harapan semoga si mas akmil juga ikhlas kalo ntar mulai tau tabiat gue yang suka sadis nge-read¬†doang alias jarang bales bbm *smirk* beruntung aja kalo ngga gue delcont ntar mwahahahha. Gue termasuk tipe¬†cewe¬†open. Open-ended¬†lebih tepatnya. Bisa terbuka, namun juga bisa menutup sekaligus (halaaaah… open-ended emangnya teknik wawancara :p)

Keriuhan para Akmilitan di Gerong 07 KA Matarmaja

Keriuhan para Akmilitan di Gerbong 07 KA Matarmaja

Perhatiin, ada akmilitan yang bikin ngiri gue, pewe banget. Bisa aja ammock dalam Gerbong!

Perhatiin, ada akmilitan yang bikin ngiri gue, pewe banget. Bisa aja ammock dalam Gerbong!

Seru! ternyata mereka bisa ngocol jugaa hehe

Seru! ternyata mereka bisa ngocol jugaa hehehe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mom mulai terkantuk kantuk. Abang sibuk pacaran via HP. Sesekali gue dipaksa untuk turut serta dalam obrolannya dengan si pacar. Haha hihi ga jelas. Si mas akmil udah kabur entah kemana. Mungkin mengunjungi temannya di gerbong sebelah. Atau mungkin juga udah bosan gue¬†cuekin main Hay Day. hahahha emng enak! Tapi dia masih rajin ngePING ngga jelas sebagai pertanda ‘aku akan balik lagi kapanpun kamu mau’ #cuih.

Pura pura tidur dengan posisi pewe sambil menengok ke jendela. Di luar sudah gelap. Ga ada lagi yang bisa lo liat kecuali pantulan diri sendiri. Wajah setengah ngantuk dengan jilbab acakadut style, meluk ransel. Itu dia Jens. Terlihat begitu menyedihkan.

Kamu udah tua yaa Jens. Seharusnya ga boleh labil. Seharusnya udah bisa jadi kebanggaan orang tua. Seharus…seharus..seharusnyaa…

Dan gue liat lagi pantulan gue di kaca. Iya, mungkin gue cuma cape. Gue butuh istirahat dan belajar ikhlas menghadapi keadaan. Sekacau apapun itu. Perjalanan gue masih panjang. Seperti halnya kereta ini. Gue ga boleh kehabisan bahan bakar. Gue ga boleh kehilangan semangat. Gue tersenyum. Dan di sana, di kegelapan malam melalui jendela kaca kereta api, samar, gue masih bisa ngeliat lo. Yang gue juga ga gatau saat ini lo lagi ngapain ?

Pukul 11.30 wib.

Hmmm semoga lo udah tidur nyenyak. Mimpi indah. Dan bangun sebagai my better man keesokan harinya. Amin

Kereta terus bergerak. Dan ketika gue terbangun, jingga matahari di langit Jawa Timur udah menyeruak masuk menembus kaca jendela. Entah sudah berapa jam gue terlelap berbaring pewe menghabiskan 3 seat sekaligus. Okay. Gerbong terlihat sedikit sepi. Hmmm seinget gue semalem si mas bilang kalo rombongan bakalan turun di stasiun Nganjuk. Gue streching dan ngucek ngucek mata. Puas setelah terdengar bebrapa kali bunyi kretek kretek dari tulang belakang. But suddenly….

Ouch damn! sejak kapan dia duduk disitu ? di tempat duduk yang bersebrangan dengan seat yang kujadikan kasur semalaman ini.

Seorang cowo berusia sekitar 20an tengah duduk santai. Gue pun segera bangkit. Duduk bersila. Memperbaiki jilbab ala kadarnya. Bukan apa- apa ngeri kalo ternyata udah dari semalam dia duduk disitu, terus ngeliatin pose tidur gue yang ‘iyuwh bingit’. Bonus iler pula jika beruntung. Hiks. Tengsin euy!

‘Halo mas… selamat malam. Eh udah pagi yaa ternyata hahhaha’ gue basa basi ala kadarnya. Supaya dia lupa pose tidur aneh gue.

‘Selamat pagi juga mbak… lanjutin aja tidurnya kalo masih ngantuk masih jauh kok. Smapeyan turun di malang kan ? ‘ katanya ramah.

Dan blablabla… entah emng semua cowo jawa timuran itu ramah ramah yaaa. Tapi gue lagi ngga tertarik ngobrol ramah ramahan sama cowo manapun saat ini. Namun gue tetep berbaik hati, melayani si mas mas yg hobi nanya ini… dengan bau mulut yang khas pagi pagi blom sikat gigi ¬†hehehhe. Lagatnya si mas mas ini sama kayak si mas akmil kemaren, menanyaiku nomer telpon dan membelikan aku sebungkus kacang goreng, entah maksudnya apaa. Tapi tetap, tak lelah gue¬†tegasnya I’m an Open-Ended Girls, you know.¬†

Kereta berhenti dengan selamat sentausa di stasiun Kota Malang tepat pukul 08.20 wib

Begitu keluar stasiun seperti biasaa… kami disambut tawaran para sopir angkot yang otomatis, karna melihat style kece gue ( jeans + t-shirt NatGeo + daypack ) langsung menawari angkot ke Pasar Tumpang hehhehhe. Emang deeh style dan tampang gue mapala bgt yaak ūüėÄ

Ga susah buat nemuin papi yang udah nunggu di luar stasiun. Pemandangan yang begitu menyejukkan mata.

Kota Malang yang asri… ada Papi disana yang berdiri tersenyum menggunakan coat panjang…berlatarkan Gunung tinggi menjulang diselimuti awan. Malang yang sejuk. Aku memejamkan mata sejenak. Menikmati semilir angin dan logat jawa ramai ¬†meresap hangat di telinga.

Papi makin gemuk semenjak 3 bulan tinggal di kota ini. Kucium tangannya yang empuk, dan kupeluk erat tubuhnya yang semakin subur. Tak apa. Aku bahagia. Malang bisa dibilang hometown Papi. Pantas kalau papi jadi kerasan dan makin gemuk. Papi memang cocok jadi orang Malang ūüėÄ

Hari pertama di Kota Malang!

Akhirnya aku tiba di rumah Bukit Dieng. Rumah dengan begitu banyak kenangan masa kecilku. Rumah yang selalu terasa damai nan permai dengan pemandangan khas Gunung slamet. Ya.. sudah kusam gue dibesarkan di ibu kota yang penuh penat dan sesak polusi udara. Tempat inilah yang gue butuhkan. Rumah yang selalu nyaman dan sejuk. Ga banyak yang berubah dari rumah ini. Pasca renovasi akibat lama tak dihuni. Cuma ada tambahan kolam dengan air mancur yang di design khusus oleh Papi. Supaya makin sejuk dan tenang rumahnya. Begitu kata Papi.

Gue pergi mandi, bersih bersih, dan puas kembali bisa godain Iye. Adek gue yang sekarang kuliah di Ma Chung. Gayanya naujubilee beda 180 derajat dari gue. Doi cewe yang modis banget. Always up to date. Hobinya mantengin olshop di Instagram. Suka geregetan pengen nyatokin rambut singa gue yang jarang disisir.

Hujan turun mengguyur Malang. Uhmm wanginya khas hutas basah. Perpaduan pinus dan cemara. Gue pun tertidur lelap. Dan bermimpi tentang masa kanak kanak yang merindukan.

Gue terbangun oleh suara cempreng duo Tante anis dan tante eva. Okey, this is the time!

Rombongan keluarga dari Madura sudah tiba. Ada Abi yang sudah lebih dulu tiba, mbah Ti, mbah Ma’il, mbah Mahfud, dan Om Ma’mang serta ketiga sepupu gue yang imut imut Kiki, Niha, Amel. Gue berharap acara selametannya ga malem ini juga. Karna gue masih pengen cerita banyak melepas kangen sama mereka semua.

Malem minggu istimewa bersama keluarga dari Madura. Sayang, mba Ma’il tidak bisa tinggal lama, beliau harus segera pulang karna iparnya ‘tadhek omor’ alias meninggal. Aku, Om Ma’mang, Abang, duo tante kece mengantar mba Ma’il ke terminal Arjosari untuk mendapatkan bus yang langsung ke Pamekasan.

Pulangnya, om Ma’mang mengajak berkeliling Kota Malang dan berburu STMJ khas Malang. eniwei, ngomong ngomong soal STMJ kami sekeluarga punya langganan di daerah Kawi. Namanya STMJ Pak Sentot. Dan malming kali ini, kami melipir ke situ lagi. Gue pun kenyang ngembat 3 tempe mendoan potongan guede-guede plus segelas besar STMJ hangat. Nyam nyaam…

Hari kedua di Kota Malang!

Pagi pagi subuh gue udah dibangunin. Cuci muka dan siap siap berangkat ke Car Free Day di bundaran Idjen. Huaaaa ruamee tenaan dab!! Aneka bazar dan tenda didirikan. Segala macam yang dijual. Unik unik. Adapula panggung hiburan untuk senam bersama. Seru. Gue juga ikutan nge-zumba! Lucu deh. Mulai dari gerakan ala reggae sampe Salsa Dance dibabat abiss.. Ga peduli gerakan gue bikin orang sekitar sakit mata hahahah seng penting heppy!!

Selfie belom mandi !

Selfie belom mandi !

Enjoy.

Malemnya, sebelum acara pengajian di mulai. Ayik sepupu error aku datang. Yeyeyee… nambah satu temen nge-gilak bareng hohoho. Bisa ditebak kelar acara pengajian. Pukul 11.00 malem gue¬†kabur dari rumah haahay pdahal undah dikonciin dan dilarang keluar sama Abi. Tapi dasar bocah dudul kita malah kabur mengendap endap, dibantuin duo tante. Keluyuran cari angin malem malem boncengan naik sepeda motor hahhaha. Ga jelas arah dan tujuan. Yang jelas sensasi kaburnya ituu looh menyenangkan… Kami muter keliling dengan gaya nyetir Ayik yang racing abiss… sok tau menjajal jalan2 tikus. Nyasar nyasar ga jelas. Akhirnya gue dan Ayik memutuskan untuk kembali mengunjungi kedai STMJ di Kawi (hoaaaalaah ujung ujungnya kesini lagi :D). Kali ini kedainya lebih sepi karna bukan malem minggu. Kami menikmati STMJ hangat dan makan gorengan puas puass hehehhe sambil seru cerita cerita pengalaman ke semeru dengan suara cempreng berbahasa Madura. Bangga ! hahaha.

duniaedith.blogspot.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STMJ Pak Sentot at Jl. Bareng Kulon Gg.6, Malang filyamustika.wordpress.com

Teler STMJ gue sama Ayik kembali bingung jalan pulang hahahah. Dodol kuadrat. The power of numpang nanya kembali diandalkan. Sampailah kami di rumah dengan selamat ga ketauan Abi. hhihihi lanjut lagi begadang dipinggir kolam ala anak abege galau. Sok sokan mantengin bintang kejora dan bulan pernama. Sambil membayangkan LO, ada disini. Disamping guee. eaaaaak. Edan.

Gue, Abang, duo Tante dan Ayik pun tertidur pulas bergelimpangan di musholla. Zzzzzzzz

Hari ketiga di Kota Malang!

Hari terakhir sebelum gue balik ke Jakarta.

Kesempatan sebelum jam 4 sore itu gue manfaatkan untuk berburu oleh oleh dengan duit sisa yg pas pasaan hehehe… beruntunglah Malang merupakan kota yang ramah bagi kantong mahasiswa. Gue pun bisa memborong strawberry khas Batu, pie apel malang, dan sejumlah kripik bayam sebagai oleh oleh. Sekalian wisata kuliner mulai dari singkong keju, sampe bakso malang. ¬†Yippieee…

Bakso Malang yang akan selalu ngangenin!

Bakso Malang yang akan selalu ngangenin!

Alun Alun Kota Malang

Alun Alun Kota Malang

Strawberry Agro Batu, Malang lisaontheblog.wordpress.com

cakfatah.wordpress.com

Dari Pagi sampe siang kami ngubek ngubek Pasar Besar. Dan berakhir dengan ngurut betis yg pegel pegel di rindangnya Alun Alun kota Malang. Sampe rumah gue yang emang blom mandi dari kamaren (Masyaallah…tobat naak) langsung diceburin Papi ke kolam. Byuuurrr!! Segerr tenaaan rek,

Dan setiap cerita pasti ada endingnya. Setiap perjalanan pasti ada kepulangan.

Dalam kereta Matarmaja gue kembali termenung. Memandang keluar jendela selalu jadi alternatif untuk mengeskpresikan segala emosi. Apa saja yang sudah gue lalui selama 3 hari ini ? Hikmah apa yang terkandung di balik perjalanan ini ?

Kehidupanku akan kembali normal. Soon to be… Menemui orang banyak. Menebak berbagai macam watak dan karakter manusia. Bergemul dengan keangkuhan kota Jakarta.

Perlahan namun pasti. Kereta bergerak menjauh meninggalkan Kota Kedamaian. Malang.

 

 

11-16-April 2014

Estikinatic !

Annyeong !!

Alhamdulillah hari ini gue seneng bgt beribu ribu senengnya… Terimakasih saya haturkan kepada teman sependeritaan *eh temen seperjalanan partner saya yang berani diajak susah hahah sodara se TB akuuh, Sunia Fauziah Azmi. Makacih Suniaa mulai dari ntaktir novel.. sampe mau temenin grewe ke acara Gathering hari ini… dengerin cerita khayalan ‘seandainya-gue-jadi-novelis-kelak-amin’ dengan ide – ide gue yang ga bingit ituu hahahha Srikandi Tribhuwana! kurang kurang gue tinggal tidur gitu aja setelah loyo nyampe kostan *gyahahah *maap maap cuun baik deh heheheh #sogok indomie mamang burjo belakang kampus :p

Gue start pukul 07.35 Berjalan dari kostan dengan semangat tujuh belasan menuju shelter TransJakarta Cempaka Putih. Hari minggu jam segeneh pemandangan lazim ¬†adalah orang orang jogging, senam, dan jjs menikmati car free day dengan kostum kaos, training pants, dan sepatu olahraga. But see… gue tampil beda! Pagi itu gue tampil dengan stelan hem hitam dan jeans hitam… maka jadilah gue : Baja Hitam HAHAHAHA

Untung ga berkerudung hitam pulaaa… matee aja inyong bisa bisa disangka mau ngelayat ke TPU pagi- pagi. Yaaah kostum gue pagi ini emng sengaja hitam hitam jingga karna emang dresscodenya begitu sesuai permintaan tim penyelenggara komunitas Novel Addict. Untungnya busway lumayan lengang pagi itu.. busway gandeng arah Senayan. Cukup untuk gue merenung pagi pagi… memandangi ¬†jakarta pagi itu dari balik jendela. Dapat duduk yang lumayan pewe pulaa… asik deeh. Karena perjalanan ga pake transit ini bisa dibilang cukup jauh… Cemput – Senayan ga gituu jauh sih. Cuma yaa ituu, karna naik busway jadinya muter muter dulu.

Ketikaa berhenti di halte HI, seorang ibu muda hijaber masuk sambil gendong babynya yg LUCUUU BINGIIIT !! iih terang aja aku langsung rela berdiri. Ngasih seat aku buat si ibu muda.. exactly dengan kompensasi aku godain si baby yg lucunya kebangetan ituu !! iih gemes gemesss.

Aku mauu punya baby jugaak !!! *ngacokaaankaaan *skip

Continue reading