Tugas Psikologi Kepribadian : ANALISIS TOKOH WILLY WONKA

images (11)

Nama : Zenny Qodariyah A.

Npm    : 1602011068

ANALISIS TOKOH WILLY WONKA

Willy Wonka adalah sesosok pemilik pabrik coklat yang misterius dalam sebuat film Charlie and Chocolate Factory. Sesungguhnya selain Willy Wonka, ada Charlie, Grandpa Joe, Violet, Mike, Veruna, dan lain sebagainya yang juga menarik untuk dianalisa. Namun, kali ini saya akan memfokuskan pada sang tokoh utama yang menjadi sentral kisah yang diangkat dari novel berjudul sama tahun 1964 karya Roald Dahl, yaitu Willy Wonka.

Peran utama yang dibintangi actor terkenal Jhonny Deep ini menggambarkan tentang sosok Willy Wonka seperti dalam novel. Yaitu pemilik pabrik coklat yang sangat kaya, jenius, namun juga misterius. Willy berhasil menciptakan banyak permen coklat yang unik dan sangat terkenal di seluruh penjuru dunia. Salah satu ciptaannya yang terkenal adalah permen ajaib bernama Everlasting Gobstopper yang bisa tidak bisa habis mencair di mulut, tapi tidak juga bisa hilang rasa manisnya.

Sosok Wiily kian terungkap ketika Charlie berhasil memenangkap hadiah dan berkeliling pabrik coklat ‘ajaib’ milik Willy. Perlahan sejarah hidup perjalanan Willy pun terkuak. Bagaimana perilaku posesif sang ayah merubahnya menjadi Willy tadinya anak pendiam menjadi berbeda.

Ayah Willy adalah seorang dentist terkenal sebuat kota tempat Willy dibesarkan. Karenanya, sebagai anak seorang dentist, Willy memiliki aturan makan yang cukup ketat. Di usia yang masih dini pun, Willy sudah memakai kawat gigi, atau lebih dikenal behel untuk jaman sekarang. Membuatnya merasa minder karna pada tahun 60an, kawat gigi masih sangat minim digunakan, bentuknya pun unik dan sedikit merepotkan jika dipakai. Yakni kawat gigi yang memiliki panel pelana panjang dan besar hingga menutupi sebagian kepala menyerupai helm. Sangat berbeda dengan kawat gigi jaman sekarang yang modelnya lebih efisien dan menarik hingga sempat menjadi trend dikalangan muda-mudi di pertengahan tahun 2010. Dapat dibayangkan, penggunaan kawat gigi pada diri Willy kecil tentu cukup berpengaruh terhadap self image nya. Ditambah lagi ayahnya sangat membatasi Willy mengkonsumsi manisan ataupun coklat. Hal itu tentu merupakan beban batin tersendiri bagi Willy kecil. Disaat anak-anak seusianya dapat dengan bebas mengkonsumsi manisan dan coklat.

Willy juga tidak memiliki seorang ibu yang mungkin bisa membantu mengayominya. Perlakuan dari ayahnya yang berlebihan, cenderung membuat Willy merasa tidak memiliki control atas dunia sosialnya. Willy kecil pun mulai menyusun strategi perlawanan atau Counteracting Strategies yakni revolt (pemberontakan) ketika suatu saat ia berhasil mencoba sebuah permen yang rasanya sungguh nikmat menurut Willy kecil.

Akhirnya Willy pun berkelana untuk mencari resep coklat yang hebat. Ia pun berhasil membangun pabrik coklat raksasa yang sangat terkenal di seluruh dunia, yang katanya, merupakan gudang coklat yang tak akan habis dimakan hingga seumur hidup. Namun, dibalik keberhasilannya Willy tetap menyimpan (represif) terhadap hubungannya dengan sang ayah yang kurang harmonis. Hal ini digambarkan pada beberapa adegan film yang menampilkan perubahan mimik wajah Willy setiap mendengar orang lain berkata ‘Ayah’. Terutama Charlie. Willy memang memiliki segalanya, harta benda, kehidupan mewah, pabrik coklat terkenal, kedudukan, dan sebagainya. Tetapi ada yang Willy tidak miliki, yakni Keluarga. Hal inilah yang membuat Willy semakin tertarik pada sosok Charlie. Kedekatan Charlie dengan keluarganya yang membuat Willy tersadar dan akhirnya mau memperbaiki hubungannya dengan sang ayah.

Begitulah beberapa hal terkait teori Skinner analisis prilaku yang telah saya coba gunakan dalam menganalisis tokoh Willy Wonka dalam film berjudul Charlie and the Chocolate Factory.

Sources :

-Feist, Jess, & Feist, G.J. (2010). Teori Kepribadian (buku 2) (edisi 7). Jakarta: Salemba Humanika

-Film Charlie and the Chocolate Factory karya Tim Burton.