Selamat Ulang Tahun Jens !!

IMG_2751_副本 76

Alhamdulillah…sekarang umur gue 20th 

wow udah tuaa yaa heheh

Semoga kamu makin jadi manusia yang berguna ya Jens. Amin.

IMG_2749_副本 3

IMG_2679_副本 2

Thanks all for the surprisingly celebrate of my Birthday !!

For the wish and pray,,,

I Love You All

Advertisements

Personal Beware

Alhamdulillah…

Sampai detik ini saya masih diberikan kesadaran oleh Allah. Sehingga dapat terus menelusuri arti dari setiap kata…kompleksivitas…perasaan…personalia pribadi…serta kebermaknaan hidup.

Halooo…sudah lama saya tidak menyuarakan kata-kata yang menumpuk di kepala. Seperti biasa…kesibukan bertambah dan kegiatan yang juga bisa dibilang cukup padat. Namun saya tetap berusaha mencari kenyamanan di tengah-tengah hiruk pikuk dunia yang semakin menjadi-jadi. Masalah disana-sini…

Untuk kasus saya selama sepekan siih, rata-rata ‘hanya’ persoalan tugas yang beruntun. Atau kuiss yang menegangkan dan seperti sulit ditebak. Hadeuuuh… inilah masa-masa ‘nikmat’ sebagai mahasiswa. Maka nikmatilah 🙂 Ingat, suatu saat ‘kenikmatan’ ini akan jadi cerita manis yang tak kunjung usai. Jalanin saja.

Enjoy

Tagline yang cukup ‘terkenal’ dari salah seorang abang terbaik saya di Tribhuwana. Kadang ketika kita sudah terlalu obsesif terhadap hal-hal yang merupakan pembenaran dari diri sendiri, kita sering mengalami ketidak-seimbangan dengan hal-hal eksternal dan cukup kontroversial bagi diri kita sendiri.

Keiinginan. Perasaan tidak mau kalah.

Mungkin ada yang berfikir : Waahh…rugi di gue dong kalo nurutin elo ?!., Ini emang sudah jadi sifat gue, trus lo mau apa ?., Orang-orang selalu menjudge gue seperti ini itu…padahal gue ga seperti itu kok., atau, Salah gue apaa sih ??

Saya sering merasa seperti itu. Ketika saya merasa ada kesenjangan antara diri saya dengan sosial. Mari kita bahas pertanyaan-pertanyaan di atas satu-persatu :

“Waahh…rugi di gue dong kalo nurutin elo ?!” Pemikiran mengenai untung dan rugi selalu jadi momok yang cukup membebankan bagi setiap individu. Karna dari awal kita sudah ter mindset bahwa…untung itu akan membawa kesenangan. sementara kerugian akan selalu membawa kepada hal-hal yang sukar dan tidak menyenangkan. Kenapa kita selalu memikirkan untung dan rugi ? Kenapa kita tidak rubah saja ‘keuntungan’ sebagai ‘rezeki’ dan ‘rugi’ sebagai ‘risk atau kompensasi’ yang memang harus dibayar ? Intinya. Bersyukurlah ketika kita mendapat keuntungan dan Bersabarlah ketika kita tengah mengalami kerugian. Ketika kita mampu merubah kata rugi menjadi kompensasi atau resiko, berarti ada ‘sesuatu’ yang telah kita peroleh baik secara sadar maupun asadar.

“Ini emang sudah jadi sifat gue, personal gue yaa seperti ini, trus lo mau apa ?” Mari kita bertanya kembali…apakah kita sudah merasa cukup baik dengan pribadi kita saat ini ? Apakah orang lain menerima keadaan kita yang seperti ini ? Okey, anggap saja kita sudah merasa nyaman dengan sifat-sifat kita, pribadi kita saat ini. Lalu kita bisa mengambil sikap passive resistance atau cuek saja tanpa mau peduli. Namun sadarilah…bahwa selama perilaku atau kebiasaan atau sifat kita tidak sesuai dengan orang sekitar, itu akan menjadi tidak nyaman bagi mereka. Lingkungan akan merasa punya tanggung jawab untuk memberi tahu diri kita bahwa ada ‘sesuatu yang salah/tidak beres yang ada pada diri kita’. Dan perasaan seperti itu sungguh sangat tidak nyaman. Sehingga bagi sebagian orang, mengkritik secara langsung itu hal yang tepat. Persiapkan saja diri anda untuk menerima ‘pedasnya’ celotehan mereka.

 “Orang-orang selalu menjudge gue seperti ini itu…padahal gue ga seperti itu kok” Jangan coba-coba untuk mengingkari realita. Seringkali kita memunculkan perilaku yang sesungguhnya diluar keinginan kita. Jadi cobalah bercermin, dan introspeksi diri kita sendiri.

“Salah gue apaa sih ??” Ingatlah selalu bahwa setiap orang memiliki konsep yang berbeda atas diri mereka. Apa yang selama ini kita anggap benar, belum tentu dapat dianggap benar pula oleh orang lain. Kamu bisa saja terus menggunakan baju kesayanganmu kemanapun kamu pergi…namun bisa jadi sesungguhnya baju itu tidak match dengan ukuran tubuhmu. Dan kamu terlihat norak mengenakan baju itu. kamu pergi ke kelas setiap hari, otomatis teman-temanmu akan ‘melihat’ kamu. dan kamu akan cukup membuat mereka merasa tidak nyaman dengan pemandanga itu.

Saya sendiri sedang berusaha untuk tetap tenang menghadapi setiap perbedaan. Perbedaan sifat, watak, perilaku, dll. Yang membuat dunia sosial menjadi persoalan yang cukup rumit. Terutama bagi ‘mantan’ orang pendiam seperti saya, tentu ‘ruh’ kesulitan dalam memahami dan bergabung dengan dunia sosial masih ada. besemayam dalam diri saya.

Adalah sebuah perjuangan bagi diri saya pribadi, ketika saya bisa merasa nyaman dengan lingkungan saya, dengan orang-orang disekitar saya, siapapun itu. Tanpa mengusik kenyamanan dalam ‘diri’ saya sendiri. Orang lain dapat menerima saya…dan saya pun dapat menerima. Bahkan menyayangi mereka 🙂

860977_522977231088415_2108199106_o

september 278

MHA_0392

IMG_20121110_024552

Psycool

The people who want to stay in your life will always find a way… So, let them say the correctness of what your eyes can not see